BERITA INDEX BERITA
Sinergi KKP Bersama 10 Perguruan Tinggi Sukseskan Penangkapan Terukur dan Kalaju

SEMARANG -
Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama 10 perguruan tinggi bersinergi
melakukan percepatan implementasi penangkapan ikan terukur dan kampung nelayan
maju, melalui Tri Dharma perguruan tinggi.
“Sinergi
dan kolaborasi ini nampak mudah apabila diucapkan, namun kita bisa kikis
keraguan itu agar program prioritas penangkapan ikan terukur dan penataan
kampung nelayan maju dapat terwujud melalui kerja sama ini,” kata Agus dalam
siaran resmi KKP, Selasa (11/7/2023).
Penandatangan
kerja sama (PKS) dilakukan oleh Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Agus
Suherman bersama perwakilan 10 perguruan tinggi di Semarang, Jawa Tengah pada
Minggu 9 Juli 2023.
Ke-10
kampus masing-masing Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FPIK) Universitas
Hasanuddin, Universitas Padjadjaran, Universitas Halu Oleo, Universitas Diponegoro,
Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas
Brawijaya, Universitas Khairun, Institut Pertanian Bogor dan Institut Teknologi
Kelautan Buton.
Ruang
lingkup kerja sama meliputi penyelenggaraan program merdeka belajar-kampus
merdeka, kegiatan ilmiah bersama, pengumpulan dan pengolahan data teknis dan
operasional perikanan tangkap serta pemberdayaan masyarakat dan pengembangan
kompetensi sumber daya manusia.
“Penangkapan
ikan terukur dan penataan kampung nelayan maju selaras dengan Tri Dharma
perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan
serta pengabdian kepada masyarakat,” tandasnya.
Pada
kesempatan yang sama, Rektor Institut Teknologi Kelautan Buton Profesor La Sara
menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi ini akan memberikan
kontribusi yang besar untuk negeri melalui pengelolaan kelautan dan perikanan.
“Beberapa
kegiatan telah kami siapkan salah satunya terkait pengumpulan data dari 25
mahasiswa untuk mendesain penelitian yang dapat mendukung kebijakan KKP, salah
satunya kampung nelayan maju,” ujarnya.
Menurutnya,
diperlukan identifikasi lanjutan agar program ini dapat dimodifikasi sesuai
karakter dan kearifan lokal masing-masing daerah. Program ini juga bisa menjadi
lokasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Senada,
Dekan Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Brawijaya yang juga
menjadi Ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia
Profesor Maftuch mengatakan saat ini lebih dari 75 institusi dan 150 program
studi kelautan dan perikanan tersebar di seluruh Indonesia.
“Potensi
yang luar besar ini tentu bisa digarap bersama-sama dengan civitas akademika
yang sejalan dengan program merdeka belajar-kampus merdeka,” ucapnya.
Sebelumnya,
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan KKP memiliki
lima program untuk mewujudkan ekonomi biru. Yaitu, penambahan luas
kawasan konservasi laut, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan
budidaya ikan di laut, pesisir dan darat yang berkelanjutan, pengelolaan dan
pengawasan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil serta pembersihan sampah
plastik di laut melalui gerakan partisipasi nelayan dan masyarakat.
















