BERITA INDEX BERITA

Merayakan 65 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang dengan Boneka

inspiring | DiLihat : 608 | Senin, 10 Juli 2023 | 11:12
Merayakan 65 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang dengan Boneka

JAKARTA - Merayakan 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang, The Japan Foundation, Jakarta bekerja sama dengan Galeri Nasional Indonesia (GNI), Museum dan Cagar Budaya, Kemendikbudristek menggelar Pameran “NINGY?: Art and Beauty of Japanese dolls”.

 

Pameran dibuka secara resmi pada Rabu (5/7/2023) oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, HE Kanasugi Kenji di Ruang Serbaguna GNI, Jakarta Pusat. Pameran ini dibuka untuk umum mulai 6 - 24 Juli 2023 di Gedung D GNI. 

 

Terminologi Ningy? dalam Bahasa Jepang berarti boneka, atau secara harfiah diartikan sebagai benda yang berbentuk manusia. Budaya boneka di Jepang sendiri telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Jepang terdahulu, yang bermula dari ritual pengusiran roh jahat, kemudian digunakan untuk mendoakan pertumbuhan anak.

 

Tradisi ini semakin berkembang pada abad ke-17, yang membuat boneka dapat ditemukan dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari, baik di istana kekaisaran Jepang maupun hunian masyarakat biasa. 

 

Plt Direktur Museum dan Cagar Budaya, Ahmad Mahendra menyebut pameran ini sebagai kolaborasi yang baik antara GNI, Museum dan Cagar Budaya dengan The Japan Foundation, Jakarta.

 

“Kerja sama antara GNI dan The Japan Foundation selalu membuahkan program atau pameran yang atraktif, menginspirasi, dan berkesan. Tak terkecuali dengan Pameran “Ningy?” yang menampilkan bagaimana unsur budaya dapat berkembang dan membaur dengan budaya modern,” kata Mahendra.

 

Ia pun berharap, publik dapat mengambil inspirasi dari pameran ini, dan membantu mendorong pemajuan kebudayaan nasional. 

 

Pameran “Ningy?: Art and Beauty of Japanese Dolls” adalah bagian dari program pameran keliling yang digagas oleh The Japan Foundation di Tokyo, Jepang. Selain di Jakarta, pameran ini juga akan digelar di Surabaya dan Bali.  

 

Total karya yang dipamerkan pada pameran ini sebanyak 67 karya boneka tradisional dan modern, yang disertai dengan penjelasan sejarah, fungsi, dan penyebarannya dalam kebudayaan masyarakat Jepang.

 

Kurator Pameran yang juga merupakan Kurator Museum Nasional Tokyo, Mita Kakuyuki, menyatakan bahwa pameran ini akan mengkaji keanekaragamanan kebudayaan boneka Jepang dari empat sudut pandang, yaitu: Ningy? sebagai doa untuk perkembangan anak; Ningy? sebagai seni rupa; Ningy? sebagai seni rakyat; dan penyebaran kebudayaan Ningy?.

 

Pameran ini dapat diapresiasi publik setiap Senin-Minggu (tutup pada Hari Libur Nasional) pukul 09.00-19.00 WIB, di Gedung D Galeri Nasional Indonesia. Pengunjung diwajibkan melakukan registrasi melalui situs resmi GNI, https://gni.kemdikbud.go.id/kunjungi-kami.  

 

Melengkapi Pameran “Ningy?: Art and Beauty of Japanese dolls” di Jakarta, akan digelar juga beberapa program publik yakni pemutaran sejumlah film animasi di Ruang Serbaguna GNI.

 

Lalu, Lokakarya Kerajinan Kurumie ada Lokakarya Daruma Felt. Seluruh program publik ini terbuka untuk umum dan bebas biaya. Publik yang tertarik bisa melakukan registrasi terlebih dulu melalui: https://linktr.ee/jf_ningyou.

 

 


Scroll to top