BERITA INDEX BERITA

Pertama di Indonesia, Bahtiar Manadjeng Kukuhkan Kelompok Tani Difabel Desa Rompo, Poso

Kabar Desa | DiLihat : 717 | Rabu, 07 September 2022 | 10:48
Pertama di Indonesia, Bahtiar Manadjeng Kukuhkan Kelompok Tani Difabel Desa Rompo, Poso

POSO – Desa Rompo, Dataran Tinggi Napu, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menjadi saksi atas pengukuhan Kelompok Petani Difabel. Kelompok ini beranggotakan 20 orang, 15 orang masih bisa beraktivitas dengan keterbatasan yang berbeda-beda dan 5 orang butuh bantuan khusus untuk bisa memenuhi kebutuhannya, tidak bisa bergerak sendiri.

Kelompok Difabel, Special Farmers NK ini dikukuhkan oleh Bahtiar Manadjeng, Regional Sales Manager PT Syngenta Seed Indonesia Wilayah Sulawesi dan Kalimantan. Pengukuhan disaksikan oleh Kadis Pertanian Kabupaten Poso, General Manager WVI Wilayah Sulawesi & Maluku Utara, Balai NipotowE, Camat Lore Tengah dan Lore Utara, Kapolsek dan Danramil Lore Tengah dan ratusan petani serta undangan.

Pada acara pengukuhan tersebut PT Syngenta Seed Indonesia menyerahkan bantuan benih jagung NK212 sebanyak 100 kg secara gratis ke Kelompok Petani Disabilitas ini. Pada kesempatan yang sama Balai NipotowE juga menyerahkan bantuan sebesar Rpa48 juta ke para anggota kelompok difabel ini.

“Karena alasan kemanusiaan maka kami bisa sampai di tempat ini. Jika hanya ingin jualan produk Syngenta, saya kira kami tidak akan ke Napu, cukup fokus di wilayah Sulawesi Selatan dan Gorontalo. Petani Difabel tidak boleh berjuang sendiri, Petani Difabel butuh kita untuk mereka, kita harus hadir bersama mereka,” kata Bahtiar Manadjeng.

Napu merupakan satu kawasan dataran tinggi di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Napu bukan hanya memiliki panorama yang sangat indah, pegunungan, bukit dan lembah yang menakjubkan tetapi juga menyimpan potensi pertanian yang sangat besar. Lembah Napu, terdiri atas 6 Kecamatan yakni Kecamatan Lore Peore, Lore Tengah, Lore Utara, Lore Timur, Lore Barat & Lore Selatan. Keenam Kecamatan ini memiliki potensi lahan pertanian yang sangat luas, termasuk Kecamatan Lore Tengah.

Bupati Kabupaten Poso melalui Kepala Dinas Pertanian Kabuaten Poso menyampaikan terima kasih kepada PT Syngenta Seed Indonesia, Wahana Visi Indonesia dan Balai NipotowE, yang telah membantu Petani Difabel di Desa Rompo, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso.

Setali tiga uang, Ketua Kelompok Petani Difabel Desa Rompo, Hasan juga menyampaikan terima kasih tak terhingga atas kepedulian Syngenta. “Terima kasih Syngenta, inshaa Allah, Tuhan akan membalas kebaikan-kabaikan ini,” ujarnya penuh haru.

Kegiatan Expo NK212 yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Kelompok Petani Difabel (Special Farmers NK/Petani Istimewa) ini dilaksanakan di lokasi EduFarm Budidaya Jagung yang dikelola oleh Kelompok Difabel ini. Hasil demplot menghasilkan produktivitas 7,5 ton/ha. Hasil yang di luar dugaan dibanding hasil panen petani normal yang berada di wilayah Napu saat ini, yang hanya 3-4 ton/ha.

Kegiatan yang melibatkan kelompok petani difabel ini tidak hanya sampai di pendampingan budidaya jagung, melainkan akan mengembangkan usaha yang saling terintegrasi ke depannya, yang disebut “Difabel Integrated Farming”.

Di mana, beberapa kelompok petani difabel akan menjalankan unit usaha yang berbeda yang saling terkait dari hulu ke hilir. Yakni, Kelompok Petani Istimewa di Desa Rompo akan membuka toko pertanian dan usaha budidaya jagung. Sementara Kelompok Petani Difabel di Kabupaten Sigi akan menjalan unit usaha penggilingan jagung, dan kelompok lainnya akan didorong menjalankan Unit usaha peternakan atau perikanan.

“Ini harapan kita dan kami akan mendorongnya. Kami akan memaksimalkan jejaring untuk membantu petani istimewa ini, kami berharap Kementerian Pertanian ikut membantu mereka,” tutup Bahtiar Manadjeng yang juga Sekretaris Umum Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Provinsi Sulawesi Selatan ini.
Scroll to top