BERITA INDEX BERITA

Semakin Dekat Ramadan, Harga Terus Merangkak!

Pangan & Energi | DiLihat : 1047 | Rabu, 24 Mei 2017 09:42
Semakin Dekat Ramadan, Harga Terus Merangkak!

TASIKMALAYA – Satuan tugas (satgas) pangan yang dibentuk sejumlah pemerintah daerah ternyata tidak membuat harga sejumlah bahan pokok stabil. Di beberapa pasar tradisional di berbagai daerah di Jabar, harga komoditas kebutuhan pokok terus merangkak naik.

Berdasarkan pantauan KORAN SINDO, kenaikan harga terjadi terhadap beberapa komoditas seperti bawang putih, daging sapi, dan ayam potong. Di Kota Bandung, harga ayam potong menembus harga Rp36.000 per kg–Rp37.000 per kg dari harga sebelumnya Rp30.000/kg-Rp33.000/ kg. Kenaikan harga juga terpantau di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tasikmayala.

Harga bawang putih dan daging sapi di daerah ini masih berada di atas normal dan bahkan tetap bertahan dengan kisaran harga yang cukup tinggi. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya Heri Sogiri mengatakan, harga bawang putih masih berada di kisaran Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

Padahal harga tertinggi bawang putih seharusnya dipatok di angka Rp39.000 per kilogram. Harga itu terpantau di sejumlah pasar tradisional di Tasikmalaya. Seperti di Pasar Manonjaya, harga bawang putih terpantau mencapai Rp60.000 per kilogram. Harga ini dipatok oleh semua pedagang di pasar ini. Begitu pun dengan harga daging sapi yang mencapai Rp120.000 perk ilogram. Padahal, persediaan daging sapi banyak.

Karena itu, warga mengeluh dengan tingginya harga tersebut. Harga daging sapi paling murah yang dijual pedagang adalah daging jenis gajih (beku) seharga Rp95.000 per kilogram. “Kalau para pedagang dan pembeli di sini sepertinya sudah terbiasa. Setiap menjelang Ramadan dan lebaran pasti harga cenderung naik.

Padahal di sisi lain persediaan aman tidak ada persoalan. Mungkin masyarakat memiliki alternatif lain untuk menyediakan bahan masakannya di rumah, mengingat harga pangan yang terus melambung tinggi,” kata salah seorang pedagang.

Polri Gelar OPM

Sementara itu, sejumlah jajaran kepolisian mulai dari tingkat Polda Jabar hingga polres-polres menggelar operasi pasar murah serentak kemarin. Polda Jabar bekerja sama dengan Bulog Divisi Regional Jabar menggelar OPM di Mapolda Jabar. Sedangkan, sejumlah polres seperti Polres Cimahi dan Karawang juga melaksanakan kegiatan serupa di wilayah hukum masing-masing.

“Pasar murah sebagai salah satu upaya prefentif dan prehemtif dari satgas pangan (Polda Jabar), juga untuk memberikan kesejahteraan untuk masyarakat, sehingga masyarakat bisa mendapatkan barang (kepokmas) yang murah,” ujar Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan seusai membuka OPM. Anton mengungkapkan, digelarnya pasar murah ini juga untuk mengantisipasi dan mencegah spekulan tidak main harga kepokmas di pasar.

“Sekarang ada 30 titik (OPM di wilayah hukum Polda Jabar). Nanti terus akan dikembangkan. TNI juga akan menggelar OPM, Saat ini sedang disiapkan. OPM pun digelar di pesantren-pesantren,” ujarnya. Anton menjamin harga yang dijual di pasar murah tidak akan mahal dibanding harga pasaran. “Kami jamin, kalau harga lebih mahal (OPM) laporkan. Ini dilakukan justru untuk mengendalikan fluktuasi harga pasar,” ungkapnya.

Anton menyebutkan, kegiatan OPM ini akan terus dilakukan hingga saat lebaran nanti. Anton mengklaim OPM yang digelar satgas pangan, merupakan yang pertama digelar di Indonesia. Kabulog Divisi Regional Jabar, Abdul Muis mengakui gelaran OPM bersama Polda Jabar dilakukan dengan jaringan polres-polres yang berada di wilayah hukum Polda Jabar.

“Namun dari satgas pangan yang dibentuk kapolda, termasuk dengan pelaksaan di polres akan menelusuri semua di mana ada instabilitas harga akan distabilkan,” ujar Abdul Muis. Disinggung mengenai teknisnya, Abdul mengungkapkan, distribusi satu pintu dari Polda Jabar. “Nanti droping-nya (distribusi) OPM semua ini satu pintu, melalui Polda akan di suplai ke pasar-pasar,” ujar dia.

Sementara itu, Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi menyatakan, pasar murah diadakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam menyediakan bahan pangan murah. Kegiatan ini merupakan instruksi Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charlian agar setiap jajaran polres menyelenggarakan pasar murah. ”Pasar murah diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Ramadan,” kata Ade.

Dia mengemukakan, perbedaan harga di pasar dengan pasar murah ini bukan berarti kualitas sembako yang dijual kurang bagus. Untuk itu, Ade mengimbau agar masyarakat memanfaatkan momen ini dan datang ke pasar murah. ”Kami persilakan warga untuk datang ke pasar murah yang dilaksanakan di Mapolres Cimahi,” imbau dia.

Ade berharap, dengan pasar murah yang dilaksanakan dalam waktu lama bisa menekan ulah spekulan sembako untuk memainkan harga. Mengingat jelang puasa permintaan akan bahan pokok selalu meningkat. Kondisi ini biasa dimanfaatkan oleh orang yang ingin mengeruk keuntungan pribadi. ”Diharapkan para spekulan sulit untuk memainkan harga yang menyengsarakan rakyat,” tandas Ade.

Kapolres Karawang AKBP Andi Herinda mengungkapkan, kegiatan OPM dilaksanakan secara serentak di lingkungan polres atau polresta di seluruh wilayah di Jawa Barat. Tujuan terpenting dari kegiatan ini untuk memberikan harga kebutuhan pokok yang jauh lebih terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Masyarakat dapat langsung datang ke depan Mapolres Karawang untuk membeli lima komoditi bahan pokok. Antara lain, minyak goreng, gula pasir, beras, daging beku, bawang merah, dan bawang putih.

Gubernur Ajak Warga Jangan Konsumtif

Menjelang Bulan Suci Ramadan dan Lebaran 1438 Hijriah/2017 masehi mendatang, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak seluruh warga Jabar tidak bersikap konsumtif. Menurut pria yang akrab disapa Aher itu, seseorang yang tengah menjalankan ibadah puasanya dengan baik memiliki tanda- tanda, baik fisik maupun rohani. Hidup konsumtif, kata Aher, menjadi tanda fisik yang kurang baik bagi orang yang tengah berpuasa.

Aher menjelaskan, salah satu tanda fisik dan rohani seseorang yang berpuasa dengan baik adalah jumlah barang yang dikonsumsi jauh lebih sedikit dibandingkan sebelum bulan puasa. “Kami meminta masyarakat tidak konsumtif, tong sagala dipeser (jangan segala dibeli),” ungkap Aher di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Aher pun meminta pedagang kebutuhan pokok tidak menaikkan harga, kecuali jika persediaannya tak sebanding dengan permintaan masyarakat. “Jika tidak ada faktor yang mengharuskan naik, saya imbau pedagang tidak menaikan harga, kecuali ada faktor supply and demand atau hukum pasar. Manakala supply tetap, demand bertambah maka harga naik. Apalagi kalau supply kurang dan demand bertambah, pasti harganya naik tinggi,” paparnya.

Pihaknya juga memastikan, persediaan pangan atau kebutuhan pokok di Jabar menjelang bulan puasa ini aman. “Insya Allah stok beras, gula, minyak, daging juga aman. Tinggal kita membangun kebiasan-kebiasaan yang baru,” ucapnya. Selah satu kebiasaan baru yang bisa dilakukan masyarakat untuk mendapatkan pangan yang aman dengan harga terjangkau adalah memanfaatkan daging beku yang disediakan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

“Masyarakat umumnya menyebutkan daging beku bukan daging segar, padahal daging beku itu untuk memelihara kesegaran. Harganya pun lebih murah, yakni Rp80.000. Itu bisa menghemat kan,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Bulog Divisi Regional Jabar Abdul Muis yang menegaskan persediaan beras masih tersedia dan aman untuk persediaan untuk delapan bulan kedepan.

“Untuk ketahanan penanganan pangan kita cukup kuat, untuk beras tersedia 280.000 ton, dengan ketahanan persediaan selama 8 bulan,” kata Abdul di sela kegiatan operasi pasar murah Polda Jabar, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, kemarin.

BI Siapkan Uang Tambahan

Memasuki bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat menjamin ketersediaan uang di masyarakat tetap aman dengan menyiapkan tambahan uang. “Khusus lebaran dan puasa, secara nasional yang akan kami tambah 15% dari jumlahh yang ada, atau sekitar Rp164 triliun.

Untuk Jabar, tentu saja dalam rate yang sama, yakni sekitar 15- 20 persen dari kebutuhan peredaran uang rupiah yang biasanya. (tambahan) Itu untuk semua denominasi (pecahan),” kata Kepala KPw BI Jabar, Wiwiek Sisto Widayat, seusai Sertijab Kepala KPw BI Jabar, di kantor KPw BI Jabar, Jalan Braga No.108, Bandung, kemarin. Terkait persediaan uang yang ada di KPw BI Jabar saat ini, Wiwiek menjelaskan kondisinya masih cukup aman. Hingga Selasa (22/5) kemarin, persediaan uang di kantornya berada di kisaran angka Rp10 triliun.

okezone.com


Scroll to top