BERITA INDEX BERITA
Kalbar Dorong Sinergitas Kemitraan Petani dan Pelaku Usaha

PONTIANAK - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar terus mendorong dan memperkuat kemitraan antara petani dengan pelaku usaha agar ekspor komoditas pertanian berkelanjutan dan berdampak luas pada kesejahteraan petani, hal tersebut disampaikan Florentinus Anum pada FGD dan Sosialisasi Perkarantinaan di Hotel Mercure Jalan A.Yani Pontianak, Selasa,(12/10).
“Salah satu strategi dan arah pembangunan pertanian di Kalbar yakni memperkuat kemitraan petani dengan pelaku usaha agar produksi yang dihasilkan terutama untuk ekspor bisa berkesinambungan,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Florentinus Anum.Ia menjelaskan bahwa kemitraan petani dengan pelaku usaha yang didorong tersebut yaitu melalui perjanjian kerjasama yang jelas dan kedua pihak saling menguntungkan.
Menurutnya dengan kemitraan dari sisi petani akan mendapat kejelasan pasar dan harga. Selain itu juga akan mendapat pendampingan dari pelaku usaha.
Sementara dari sisi pelaku usaha dengan adanya kemitraan akan memudahkan atau keberlanjutan pasokan bahan baku komoditas pertanian dan produk dalam hal kualitas juga bisa terjamin karena ada pendampingan atau binaan.
“Nah, dengan kemitraan tersebut petani melalui kelompok tani atau gabungan kelompok tani dengan pelaku usaha pasti sama – sama untung dan dipastikan ekspor komoditi pertanian terjaga dan harga terjamin,” jelas Florentinus Anum.
Ia melanjutkan selama ini antara petani dan pelaku usaha masih belum sinergi dengan maksimal. Sehingga berdampak pada semangat produksi petani rendah karena tidak ada kejelasan pasar dan harga. Sebaliknya pelaku usaha hanya musiman dan bisa "mempermainkan" harga atau lain yang berdampak pada keberlanjutan yang tidak terjamin.
“Kembali, dengan kemitraan ini kita bantu fasilitasi. Pemerintah hadir mengatur bagaimana petani dan pelaku usaha sama-sama untung. Dengan begitu baru tercapai pembangunan pertanian di mana kesejahteraan petani bisa bangkit,” ujarnya".
Kepada pelaku usaha atau eksportir ia berharap komoditas pertanian yang dijual ke luar agar terlebih dahulu diolah dengan baik menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi yang sesuai dengan keinginan pasar, hal itu agar memiliki nilai tambah yang tinggi dan itu menguntungkan petani dan pelaku usaha itu sendiri.
“Harapannya yang diekspor bukan lagi yang mentah tapi sudah barang
setengah jadi dan lebih bagus jadi. Contoh rempah – rempah seperti
kunyit atau jahe. Yang diekspor bukan mentahnya saja tapi sudah jadi
bubuk atau barang jadi. Dengan hal itu ada nilai tambah baik untuk
lapangan kerja yang lebih luas atau nilai jual lebih tinggi,” pungkas
Florentinus Anum".
















