BERITA INDEX BERITA
Mendes PDTT Ajak Polri Kawal Dana Desa
Nadi Negeri | DiLihat : 756 | Selasa, 25 Mei 2021 | 20:21

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar
bertemu dengan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (25/5).
Dalam pertemuan tersebut, Abdul Halim Iskandar atau yang akrab
disapa Gus Menteri didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT
Taufik Madjid, Inspektur Jenderal Kemendes PDTT Ekatmawati, dan Plt.
Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Rosyidah Rachmawati.
Plt. Dirjen Rosyidah Rahmawati mengatakan, kunjungan Gus Menteri ke
Mabes Polri untuk menyampaikan apresiasi ke Kapolri beserta jajarannya
yang selama ini telah membantu, mendampingi dan mendukung Kemendes PDTT
dalam mengawal dana desa.
“Gus Menteri meminta Kapolri beserta jajarannya untuk tetap
memberikan dukungan dan pengawalan terhadap Kemendes PDTT, utamanya dana
desa,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Plt. Dirjen Rosyidah, dalam pertemuan tersebut,
Gus Menteri menjelaskan prioritas penggunaan dana desa 2021 yang
diarahkan untuk pencapaian SDGS Desa.
“Gus Menteri juga menyampaikan terkait dengan badan hukum BUMDes
yang sekarang secara aspek legal, badan hukumnya sudah diakui sebagai
badan hukum dengan adanya Undang-undang Cipta Kerja,” ungkapnya.
Selain akan mendukung program-program Kemendes PDTT sebagai bentuk
pelayanan Polri kepada masyarakat dan desa, lanjut Rosyidah, Polri juga
akan meluncurkan program Restorasi Justice.
Dalam program ini, Polri akan melakukan pendampingan ke masyarakat.
Program Restorasi Justice lebih mengutamakan pencegahan daripada
penanganan kasus sehingga bagaimana suatu kasus tidak terjadi di jalur
hukum.
Program Restorasi Justice lebih mengedepankan keadilan kedua belah
pihak yang bermasalah daripada dibawa ke jalur hukum. Misalnya, jika ada
pencurian ayam di desa maka akan diupayakan selesai secara adat, tanpa
harus berlanjut ke jalur hukum
“Gus Menteri menyambut baik program Restorasi Justice Polri dan
akan menyosialisasikannya di desa-desa, karena program ini sesuai dengan
SDGs Desa goals ke-18, kelembagaan desa dinamis dan budaya desa
adaptif,” pungkasnya.
















