BERITA INDEX BERITA
Spirit dan Apresiasi Para Tokoh di HUT Ke-12 Pandu Tani Indonesia

JAKARTA - Tak banyak organisasi nirlaba di Tanah Air yang benar-benar mampu secara mandiri membangun eksistensinya, terlebih di tengah pandemi seperti sekarang ini. Namun lembaga Pandu Tani Indonesia (Patani) bisa mewujudkan itu.
Tak hanya eksis berkegiatan, di hari jadinya ke-12 tahun Patani malah mampu
mempersembahkan sebuah buku berjudul Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan:
Sehimpun Saran & Solusi. Buku yang ditulis 9 tokoh terkemuka ini,
diluncurkan dalam rangkaian puncak acara HUT ke-12 Patani, pada Minggu (30/8),
secara daring melalui aplikasi zoom.
"Bisa membumikan eksistensinya di 34 provinsi di Indonesia, bahkan hingga
ke kota dan kabupaten, itu tentu perjuangan luar biasa. Apalagi organisasi
nirlaba seperti Pandu Tani ini secara mandiri harus menghidupi kebutuhannya,
tanpa ada anggaran dana dari pemerintah," kata Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet
Gotong Royong Prof Rochmin Dahuri dalam testimoninya di puncak acara HUT
ke-12 Patani.
Di kesempatan yang sama, Prof Bomer Pasaribu juga menyampaikan apresiasi dan
ucapan selamat atas HUT ke-12 Patani. "Terkhusus kepada Pak Sarjan Tahir
selaku Dirut Patani apresiasi kami sampaikan. Juga untuk keluarga besar Patani
di seluruh Indonesia," ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada paruh
pertama era Presiden Abdurrahman Wahid ini.
Setali tiga uang, mantan Kabulog Sutarto Alimoeso tak segan memuji keberpihakan Pandu Tani terhadap nasib dan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia. Menurutnya, kehadiran Patani mampu memberi spirit bagi petani untuk tetap gigih berjuang memenuhi pangan 268 juta penduduk Indonesia.
"Patani juga mampu menyinergikan semua potensi yang
ada, termasuk menggandeng stake holder dan pihak swasta untuk bersama-sama
memajukan dunia pertanian Tanah Air," ujar Sutarto.
Selain ketiga tokoh tersebut, para pengurus pusat, kanwil dan kacab Patani
serta perwakilan undangan yang ikut zoom meeting juga secara bergantian
menyampaikan ucapan selamat dan doa di HUT ke-12 Patani. Usai peluncuran buku Jebakan
Krisis dan Ketahanan Pangan, acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan
doa.
















