BERITA INDEX BERITA

Harga Panen Bawang Merah di Nganjuk Anjlok

Kabar Desa | DiLihat : 1433 | Rabu, 19 Agustus 2020 | 11:40
Harga Panen Bawang Merah di Nganjuk Anjlok

NGANJUK = Panen raya bawang merah tidak membuat petani di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur merasakan keuntungan di bulan Agustus ini. Pasalnya harga bawang merah jatuh antara Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu per kilogram (kg) di tingkat petani dari harga normal sebelumnya yang mencapai Rp 6 ribu/kg.

Akibat kondisi ini, petani mengaku mengalami kerugian antara Rp 20 juta hingga Rp 50 juta perhektarnya, akibat biaya produksi tinggi. Anjloknya harga bawang merah di tingkat petani, salah satunya dirasakan Supratman, petani bawang merah di Desa Peh Serut Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk Jawa Timur.

Menurut Supratman, harga bawang merah pada panen raya kali ini mengalami kemrosotan yang cukup tajam. Di tingkat petani, bawang merah kualitas super di beli dengan harga Rp 4 ribu/kg . Sementara bawang merah kualitas sedang dihargai Rp 3.500/kg dan yang paling murah dengan ukuran kecil hanya dihargai Rp 3 ribu/kg.

Meski panen raya, petani mengaku hasil produksi bawang merah tahun ini turut merosot dari sebelumnya bisa mencapai 6 ton hingga 8 ton. Namun pada panen kali ini petani hanya mendapatkan 4 ton hingga 5 ton per hektarenya.

Penurunan produksi panen, menurut Supratman, disebabkan faktor cuaca yang tidak menentu pada bulan Juli hingga Agustus tahun ini. Sehingga menyebabkan tumbuh kembang bawang merah kurang baik.

“Bulan juli hingga agustus ini, kadang terjadi hujan, terkadang panas terik. Faktor cuaca tidak menentu ini membuat hasil panen bawang merah turun. Ukuran bawang merah menjadi tidak maksimal sehingga harga jual turun drastis, “ akunya sambil menunjuk ukuran bawang merah yang dipanen banyak yang kecil.

Supratman mengatakan petani, bisa merasakan keuntungan jika harga bawang merah berkisar Rp 10 ribu/kg. Sebab jika tidak demikian petani jelas merugi. Dalam satu hektara lahan, petani harus mengeluarkan biaya besar untuk ongkos perawatan, pembelian pupuk dan juga obat-obatan yang masih cukup mahal.

Sementara dikonfirmasi melalui sambungan telepon selular, Ketua Asosiasi Bawang Merah Kabupaten Nganjuk, Akad, mengungkapkan anjloknya harga bawang merah selama beberapa hari terakhir ini dipicu luasan panen yang turun.

Bawang merah petani yang dipanen mayoritas di daerah pinggiran hutan. Sementara di kawasan lahan subur belum sepenuhnya masuk panen raya, karena masih berusia 20 hari hingga satu bulan.

"Prediksi seluruh bawang merah akan panen raya baru pada akhir Agustus nanti. Tetapi, stok bawang merah untuk Nganjuk dan sekitarnya hingga kini masih aman," imbuhnya. Akad memprediksi, anjloknya harga bawang merah di Nganjuk tidak berlangsung lama. Dalam beberapa hari ke depan harga akan kembali normal.



asriagri
Scroll to top