BERITA INDEX BERITA

Langkah UEA Untuk Capai Ketahanan Pangan di 2021

Nadi Negeri | DiLihat : 800 | Rabu, 19 Agustus 2020 | 11:35
Langkah UEA Untuk Capai Ketahanan Pangan di 2021

JAKARTA - Selama beberapa tahun terakhir, Uni Emirate Arab (UEA) telah memberikan penekanan untuk membangun ketahanan pangan. Negara yang dikenal sebagai importir pangan dan produk pertanian ini telah mengalami kenaikan peringkat dalam Indeks ketahanan pangan Global, dari posisi 31 pada tahun 2018 menjadi 21 pada tahun 2019.

Negara itu berusaha meraih posisi nomor 1 dalam Indeks Ketahanan Pangan Global pada 2051.

Para ahli berpendapat bahwa stabilitas ekonomi dan politik serta manajemen rantai pasokan yang efisien membantu UEA untuk memastikan ketahanan pangan, bahkan dalam kondisi pandemi.

Dr. Sanalkumar P, seorang ilmuwan pertanian asal India, mengatakan, UEA dan Dubai memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan.

“Mereka tidak memiliki hambatan dalam merangkul teknologi baru. Mereka juga tahu betul bahwa metode pertanian tradisional tidak akan membantu mereka mencapai target 2051. Itulah mengapa Anda menemukan pertanian vertikal, pertanian cerdas, hidroponik, dan aeroponik berkembang di wilayah yang gersang itu,” katanya, dilaporkan The Economist.

Pendekatan itu tercermin dalam Sistem Nasional Pertanian Berkelanjutan yang baru-baru ini diluncurkan oleh Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA dan Penguasa Dubai Yang Mulia Sheikh Mohammad Bin Rashid Al Makthoum, yang ditujukan untuk meningkatkan produksi dan kualitas pertanian lokal.

Strategi tersebut secara khusus bertujuan untuk menerapkan praktik pertanian yang tangguh dan futuristik seperti pertanian vertikal, pertanian hidroponik, dan akuakultur. Tujuannya yaitu meningkatkan produktivitas dan membantu pelestarian ekosistem dalam sistem pertanian tersebut.

Pertanian vertikal pertama yang membuka pintunya di Dubai adalah Badia Farms pada 2018, yang menggunakan teknologi hidroponik untuk menumbuhkan sayuran hijau dan herbal. Para pengusaha dan ahli sepakat bahwa sejak saat itu teknologi pertanian inovatif mulai mengakar di UEA dan Dubai.

“Di Uni Emirate Arab, sesuai dengan strategi ketahanan pangan nasional tahun 2017-2021, kami telah menyaksikan peningkatan besar dalam penggunaan sistem pertanian rumah kaca dengan iklim yang dapat dikendalikan, telah tumbuh di negeri itu,” kata Direktur Eksekutif Greenponics Smitha Paresh.

Tak hanya pertanian vertikal, menurut laporan Otoritas Emirates untuk Standardisasi dan Metrologi (ESMA), telah terjadi peningkatan dalam sektor pertanian organik di seluruh wilayah UEA sebesar 53 persen pada 2019.

Laporan itu juga mencatat peningkatan produksi pertanian organik sebesar 89 persen, dari 1.240 ton pada kuartal terakhir 2018 menjadi 2.356 ton pada kuartal pertama 2019.

UEA juga memandang limbah makanan sebagai masalah serius. Menteri Negara Ketahanan Pangan Mariam Bint Mohammad Saeed Hareb Al Muhairi mengatakan: “Sekitar 820 juta orang akan tidur dalam keadaan lapar dan kami membuang banyak makanan. Kami perlu meningkatkan kemampuan kami.”

Al Muhairi yakin bahwa UEA akan menjadikan pandemi Covid-19 sebagai peluang baru untuk membangun sistem rantai makanan yang lebih kuat dan lebih fleksibel.

UEA tidak akan melupakan faktor bisnis dalam upayanya untuk merevolusi sektor pertanian dengan menanamkan teknologi dan teknik pertanian terbaru.

Para ahli percaya bahwa kemampuan UEA dalam memperkenalkan mesin pertanian otomatis, pemanfaatan Internet of Things (IoT), penggunaan sensor yang mengukur kelembaban tanah, dan pemakaian drone pelacak tanaman akan mendukung tercapainya Strategi Ketahanan Pangan Nasional 2051 yang telah ditargetkan oleh negara itu.



asriagri


Scroll to top