BERITA INDEX BERITA
Nanas Pakpak, si Jumbo Ikon Baru dari Ujung Barat Sumatera

Penyerahan nanas Pakpak dari Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara, Siti Khadijah Lubis kepada Pj Bupati Pakpak Bharat, Asren Nasution | Sumber Foto:Humas Ditjen Horti
PAKPAK---Indonesia memang kaya sumber daya genetik dan palsma nutfah. Salah satunya nanas Pakpak yang menjadi ikon bagi Kabupaten Pakpak Bharat.
Pj Bupati Pakpak Bharat, Asren Nasution mengaku bangga dengan kekayaan yang dimiliki daerahnya. Kelebihan nanas Pakpak adalah memiliki ukuran yang besar dibandingkan nanas lain. Selain itu, juga awet disimpan karena buahnya saat matang masih berwarna hijau.
“Nanas pakpak yang sudah terdaftar ini, merupakan sebuah kekayaan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Melalui sertifikat ini, kita secara legal telah memiliki hak terhadap varietas yang berasal dari tanah kita sendiri,” ungkap Pj Bupati yang juga mantan pejabat Kodam I Bukit Barisan ini.
Asren mengatakan, pihaknya kini fokus membangun varietas unggul. Nanas lokal yang sudah terdaftar ini cukup untuk meningkatkan kesejahteraan jika dikembangkan dengan baik.
Beberapa faktor pendukung adalah peluang ekspor yang sangat terbuka. Apalagi adanya dukungan iklim dan sumber daya lahan yang sangat sesuai. “Adanya dukungan teknologi pertanian, pengalaman petani dan SDM di Pakpak Bharat juga ikut membantu berkembangnya nanas lokal ini,” katanya.
Untuk menjaga kekayaan genetik tersebut, Pemda Pakpak Bharat mendaftarkan varietas nanas Pakpak tersebut sebagai database genetik dan perlindungan sebuah varietas. Komoditas tersebut sebenarnya sudah lama dikembangkan oleh masyarakat setempat.
“Karena potensi dan nilai ekonomis yang cukup tinggi, perlu upaya pendaftaran varietas agar komoditas tersebut dapat dikenal dan dikembangkan lebih luas di daerah lain,” kata Asren usai menerima varietas nanas Pakpak Bharat dari Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara, Siti Khadijah Lubis
Selain menyerahkan sertifikat pendaftaran varietas, Khadijah Lubis mengatakan, nanas selain mengandung vitamin C, juga memiliki turunan produk yang luas sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dibandingkan penjualan buah segar.
"Penciptaan dan peningkatan produk turunan tersebut harus diawali dengan upaya budidaya yang luas, sehingga menarik investor untuk mendirikan pabrik pengolah makanan," katanya. Bahkan ia menilai, nanas Pakpak dapat menjadi ikon Pakpak Bharat dengan dukungan dari semua stakeholder pertanian.
Seperti pada varietas lainnya, nanas memiliki turunan produk yang luas. Nanas paling umum digunakan sebagai bahan makanan langsung/segar juga dalam bentuk makanan olahan. Harga nanas dalam negeri pun terus mengalami kenaikan.
Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Pertanian (Pusdatin), rata-rata kenaikan harga nanas adalah 16 persen pertahun. Nanas juga memiliki pangsa pasar ekspor yang lebih tinggi dibandingkan komoditas hortikultura yang lain, yakni sekitar 41 persen di tahun 2019.
Peluang ekspor nanas tidak bisa dipandang sebelah mata. Data ekspor tahun 2018 menunjukkan sebanyak 76 negara yang menjadi tujuan ekspor nenas Indonesia. Salah satunya Hongkong yang memiliki pangsa 24 persen dari total ekspor nenas Indonesia. Negara lainnya seperti Korea, Taiwan, China, Jepang, bahkan sampai ke Argentina.
Lebih Dikenal Masyarakat
Dikonfirmasi secara terpisah Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto sangat bangga akan keberadaan nanas lokal unggul yang didaftarkan. “Ini menambah kekayaan plasma nutfah kita yang nantinya akan lebih dikenal masyarakat luas dan tentunya akan memberi dampak terhadap peningkatan pendapatan petani khususnya nanas,” ujar pria yang akrab dipanggil Anton ini
Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Petanian Syahrul Yasin Limpo, untuk selalu mengedepankan produk pertanian lokal dan segera mendatarkan varietas unggul lokal agar diakui dan mempunyai nilai jual.
"Dengan mendaftarkan varietas lokal unggulan suatu daerah mempunyai pengakuan dan menghindari terjadinya sengketa kepemilikan varietas, kami akan terus mendorong munculnya varietas hortikultura baru khususnya varietas lokal yang memiliki keunggulan dan diminati masyarakat namun belum didaftar" jelas Anton.
Anton mengharapkan nanas lokal ini akan menjadi ikon di daerahnya dan dapat menjaga keberlangsungan pendapatan petani di tengah pandemi ini, serta menjadi contoh daerah lain untuk segera mendaftarkan varietas lokal unggulnya.
Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman memberikan apresiasi terhadap nanas unggul lokal yang telah didaftarkan ini. “Kami mendorong pengembangan kawasan nanas di Indonesia, target kita bisa bertambah kawasan seluas 20.000 ha lagi," katanya.
Liferdi menambahkan untuk pengembangan hortikultura khususnya buah-buahan lokal, akan meningkatkan keberagaman buah unggulan daerah yang ke depannya akan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Semoga pendaftaran dan pengunaan varietas lokal akan menjadi trend, sehingga setiap daerah nantinya memiliki produk unggulan lokal yang akan mampu menjadi pendorong bagi ekspor berkelanjutan komoditas hortikultura khususnya produk buah-buahan,” tutur Liferdi.
tabloidsinartani
















