BERITA INDEX BERITA
Nilai Penting Status Ekosistem Pesisir Indonesia

SEBAGAI negara kepulauan, Indonesia memiliki ekosistem pesisir yang berperan penting. Tidak hanya melindungi garis pantai dari abrasi tetapi juga mendukung sektor ekonomi bagi masyarakat lokal.
Kerusakan ekosistem pesisir dapat berdampak pada produksi perikanan dan sektor ekowisata yang menyebabkan terganggunya perekonomian nasional. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Oseanografi telah memantau ekosistem pesisir di seluruh perairan Indonesia.
Pemantauan ekosistem pesisir yang dilakukan LIPI mencakup 3,1 persen
perairan Indonesia. Terdiri dari terumbu karang, padang lamun dan hutan
bakau. Wilayahnya tidak hanya di kawasan konservasi laut, tetapi juga
di kota-kota besar dan tempat-tempat terpencil.
“Oleh karena itu, sangat penting untuk menginformasikan status ekosistem
pesisir serta trennya sehingga para pembuat kebijakan dapat mengatasi
masalah-masalah yang mungkin berbeda di antara wilayah-wilayah
tersebut,” jelas Plt. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Agus
Haryono.
Agus menyatakan, Indonesia adalah bagian dari wilayah segitiga karang,
keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. “Tercatat ada 569 spesies
yang termasuk pada 83 genus karang berbatu. Angka tersebut mewakili
69 persen jumlah spesies karang di dunia,” jelas Agus.
Dirinya menjabarkan dari jumlah tersebut ada beberapa spesies endemik yang ditemukan hanya di wilayah Indonesia yaitu Acropora suharsonoi (Lombok), Euphyllia baliensis (Bali), Indophyllia macassarensis (Makassar), dan Isopora togianensis (Togean).
Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Tri Aryono Hadi,
menyebutkan, berdasarkan data tahun 2019 dari 1153 lokasi terumbu karang
tercatat 33,82 persen (390 lokasi) berkategori buruk, 37,38 persen (431
lokasi) berkategori sedang, dan 22,38 persen berkategori baik (258
lokasi). “Hanya 6,42 persen atau 74 lokasi terumbu karang yang
berkategori sangat baik,” terang Tri.
Untuk kondisi padang lamun, Susi Rahmawati dari Pusat Penelitian
Oseanografi LIPI yang melakukan pemantauan ekosistem padang lamun
2018-2019 menyimpulkan padang lamun di Indonesia umumnya memiliki
komposisi multispesies, dengan tujuh hingga sembilan spesies lamun.
“Padang lamun di Indonesia memiliki kelimpahan yang relatif sedang
dengan tutupan anatar 30-40 persen,” tuturnya.
Hasil pemantauan juga memperlihatkan padang lamun di bagian timur
Indonesia umumnya lebih tinggi dalam persen tutupan dan kekayaan spesies
daripada padang lamun di bagian barat Indonesia.
Sedangkan untuk ekosistem mangrove, peneliti Pusat Penelitian
Oseanografi LIPI, I Wayan Dharmawan menjelaskan, hasil pemantauan hutan
bakau selama 2015-2019 menunjukkan bahwa hutan bakau Indonesia
dikategorikan dalam kondisi baik. “Ada sedikit peningkatan pada
rata-rata cakupan kanopinya,” jelasnya.
Dirinya mengungkapkan, pesisir Indonesia memiliki ekosistem mangrove
terluas di dunia. “Indonesia menyumbang 22,6 persen dari total luasan
ekosistem mangrove dunia,” tutupnya.
lipi
















