BERITA INDEX BERITA
Mentan SYL Serahkan Bantuan Sembako dan Sarana Pertanian Untuk Korban Banjir Luwu Utara
Kabar Desa | DiLihat : 706 | Kamis, 30 Juli 2020 | 17:47

LUWU UTARA -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo
meninjau lokasi dan menyerahkan bantuan di lokasi terdampak banjir
bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara,
provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (28/07).
Banjir di Luwu Utara terjadi akibat meluapnya tiga sungai yakni
Sungai Rongkong di Sabbang, Sungai Meli di Radda, dan Sungai Masamba di
Masamba
Pada kunjungannya, Mentan menyerahkan bantuan kemanusiaan yang
diterima langsung oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dengan
bantuk Semabko dan kebutuhan lain seperti minyak goreng, gula, air
mineral, mie instant, beras, biskuit, telur, ikan kaleng, susu, kopi,
abon, alat masak, kompor gas, sabun, popok, sarung, handuk, tikar,
selimut, perlengkapan shalat, hand sanitizer, detergen, pasta gigi,
sikat gigi, juga tandon air. Bantuan kemanusiaan tersebut diangkut
menggunakan 10 truck, dengan tambahan bantuan program pertanian
pemerintah pusat untuk Kabupaten Luwu Utara dengan total sebesar Rp.17,5
Milyar.
Pada kesempatan tersebut Mentan menyampaikan rasa prihatinnya atas
bencana yang terjadi di Luwu Utara. "Saya menyampaikan rasa prihatin,
ikut merasakan segala hal, saya laporkan kepada Bapak Presiden bahwa
saya ke Luwu, dan ini menjadi bagian keprihatian dari Bapak Presiden,
Bapak Jokowi dan sebelum saya jalan Bapak Presiden menyampaikan pesan
agar memperhatikan Luwu, segera pulihkan yang bisa dipulihkan di sana."
ungkap Mentan.
Mentan berharap masyarakat harus tetap kuat dan tabah menghadapi
cobaan yang menerpa, dan dapat mengambil hikmah atas apa yang terjadi.
"Didibalik segala hal dan lainnya itu, Allah menaruh hikmah, fa
inna ma'al 'usri yusraa, inna ma'al 'usri yusraa. Jangan pernah ada
khawatir, sedih boleh merasa prihatin boleh tapi tidak boleh berlebihan.
Karena pasti ada hikmah dibalik semua itu." lanjutnya.
Pada kunjungan di lokasi tersebut Mentan memastikan bahwa benar
bantuannya telah benar tiba, dan dapat digunakan untuk membantu
revitalisasi dari bencana.
"Saya datang ke sini memastikan benar eksavatornya sudah datang, sudah, dan catat aja apa yang ada (bantuan) di sini" tegasnya.
Mentan menegaskan bahwasannya bantuan pemulihan bencana dari sektor pertanian untuk bulan Agustus dapat diusahakan selesai.
Sementara itu, Bupati Luwu Utara mengungkapkan bahwa kehadiran
Mentan sangat berarti bagi pemerintahan dan masyarakat Luwu Utara
ditengah pasca bencana.
”Peristiwa banjir bandang yang lalu, yang paling banyak terdampak
adalah lahan perkebunan dan pertanian, hampir warga kami sebanyak 80
persen bergerak di pertanian. Kehadiran Bapak Menteri sangat berarti
bagi kami dan masyarakat." kata Bupati.
Terkait lahan pertanian yang terdampak, Bupati menyebutkan terdapat
padi sawah seluas 2.460,50 ha dsn puso seluas 1.774 ha. Jagung seluas
1.394 ha dan puso seluas 902 ha. Jeruk siam seluas 111 ha dan puso
seluas 74 ha. Kakao seluas 1.436,5 ha dam puso 539 ha. Sawit seluas 161
ha dan puso 49 ha. Total lahan pertanian terdampak seluas 5.563 ha dan
puso seluas 3.338 ha pada 46 desa di 9 kecamatan.
kementan
















