BERITA INDEX BERITA
Mentan SYL Serahkan Bantuan Pertanian Senilai 35,7 Miliyar di Kabupaten Wajo
Kabar Desa | DiLihat : 944 | Rabu, 29 Juli 2020 | 16:52

WAJO - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meninjau kondisi petani dan lahan pertanian yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Wajo. Dalam kunjungannya, Ia sekaligus menyerahkan bantuan untuk sektor pertanian senilai 35,7 miliyar dan 5 truk bantuan kemanusiaan senilai 250 juta.
"Sesuai perkiraan dalam 1 bulan kedepan sawah yang tergenang air
akan surut. Ini waktunya kita persiapkan bibit dan mekanisasi yang
memadai, untuk menggantikan lahan sekitar 9 ribu ha yang gagal panen.
bahkan berharap target bisa naik mencapai 14 ribu ha untuk memperkuat
ketahanan pangan," ujar Mentan saat diwawancarai pada acara penyerahan
bantuan kemanusian di Kabupaten Wajo,Sulawesi Selatan pada hari Selasa
(28/07/20).
Bantuan untuk sektor pertanian yang serahkan diantaranya alat mesin
pertanian ( Alsintan), Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian
(UPJA) senilai 500 juta, Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai 1,8 miliyar,
serta Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan memperoleh
tanggungan/klaim sebesar 9 juta rupiah.
Selain itu, Mentan juga serahkan 5 truk bantuan kemanusian yang terdiri dari bahan pangan pokok dan sandang dan papan.
"Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah lumbung pangan,
sehingga jika ada gangguan di sini maka bisa mengganggu produktivitas
kita," kata Syahrul.
Mentan juga meminta pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Wajo
membangun sektor pertanian yang lebih kuat, sehingga bisa menjadi daerah
contoh untuk daerah lain.
"Jika diperlukan ambil KUR. Mudah mudahan Wajo bisa menjadi contoh.
Tidak hanya untuk Sulawesi Selatan tapi untuk nasional," tuturnya.
Bupati Wajo, Amran Mahmud mengatakan sektor pertanian merupakan
salah satu sektor yang berdampak pada bencana banjir di Kabupaten Wajo
yang terdiri lahan persawahan lebih dari 8000 ha lahan pertanian gagal
panen atau puso.
"Kita mengalami bencana banjir dan utamanya areal pertanian kita
kurang lebih 8000 hektar yang ada di wilayah kabupaten Wajo mengalami
genangan air,"ucap Amran.
Lebih lanjut Bupati Amran menegaskan seusai banjir surut, maka
petani di wilayahnya akan segera kembali menanami lahan sawah yang
berkendala. Ia menyebutkan bahwa lebih dari 14 ribu ha sudah
dipersiapkan, untuk menambah target luas tanam.
"Begitu air surut untuk menambah target luas tanam sejak April
-September 2020 kurang lebih 123 ribu hektar. InsyahAllah kami optimis
memenuhinya," terangnya.
Ia juga mengatakan bahwa Kabupaten Wajo sebagai salah satu
kabupaten penyangga besar/lumbung pangan di Sulawesi Selatan, sekaligus
penghasil jagung. Petani Wajo butuh bantuan berupa benih padi, jagung
dan pupuk, baik itu pupuk anorganik dan organik.
Selain itu, Amran juga menyatakan bahwa saat ini Kabupaten Wajo
sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan, juga sedang
mencanangkan untuk menjadi daerah lumbung daging. Kedepan ini bisa
menjadi salah satu program andalan dari integrated farming.
"Kami pemerintah Kabupaten Wajo akan mengawal betul amanah target.
Kami akan bekerja sekuat tenaga untuk membantu Bapak Menteri Pertanian
dalam mewujudkan garda ketahanan pangan," tukasnya.
Dalam kunjungan ini turut hadir anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal
Pasluddin, Wakil Gubernur Sulsel, serta para pejabat eselon I Kementan.
















