BERITA INDEX BERITA
Ini Solusi Bagi Petani di Lahan Kritis, Patut Dicontoh
Inovasi Desa | DiLihat : 2257 | Rabu, 25 Juli 2018 | 10:03

SUKOHARJO, - Pertanian modern terus dikembangkan di Sukoharjo sebagai upaya meningkatkan hasil panen sekaligus mengatasi masalah kesulitan air. Sistem yang dipakai yakni pertanian terintegrasi atau integrated farming dimana petani bisa memadukan pertanian, peternakan dan perikanan. Sistem tersebut sudah berhasil diterapkan oleh Kelompok Tani Subur Mulyo di Desa Jagan, Kecamatan Bendosari.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Selasa (24/7) mengatakan, sistem pertanian terintegrasi menjadi solusi bagi petani di Sukoharjo khususnya pemilih sawah tadah hujan atau berada di wilayah kering karena kesulitan air. Sistem tersebut masih sangat jarang dipahami dan dipraktekan petani di Sukoharjo.
Namun ada petani di Desa Jagan, Kecamatan Bendosari milik Heri Sunarto mampu mengaplikasikan sistem pertenian terintegrasi dan berhasil. Pertanian yang dijalankan yakni tanam padi, sedangkan peternakan berupa ternak ayam dan perikanan berupa ikan nila, gurame dan lele. Hasil panen yang didapat berupa padi, ikan dan daging ayam dan telur ayam.
“Lahan yang tadinya gersang karena kekurangan air diubah menjadi subur dengan sistem pertanian terintegrasi. Air diambil dari sumur dalam kemudian ditampung ke kolam ikan dan airnya yang sudah tercampur kotoran ikan menjadi pupuk alami dialirkan ke sawah. Pupuk alami juga diambilkan dari kotoran ayam dengan demikian maka bisa mengurangi konsumsi pupuk kimia,” ujar Netty Harjianti.
Penerapan sistem pertanian terintegrasi di Jagan, Bendosari diawali pada lahan seluas satu hektar. Kedepan pengembangan serupa akan dilakukan pada lahan kritis lainnya disejumlah wilayah di Sukoharjo.
“Hasil panen padi dengan sistem ini juga mengalami peningkatan dibanding biasanya karena mampu menghasilan 9,2 ton. Sebab pemupukan mengandalkan bahan alami dari kotoran hewan dan mikroba,” lanjutnya.
Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa, mengatakan, Kodim 0726 Sukoharjo mendukung langkah berkaitan dengan ketahanan pangan. Seperti dilakukan Kodim 0726 Sukoharjo sekarang dengan membuat demplot pendampingan pertanian terintegrasi di Desa Jagan, Kecamatan Bendosari.
Petani perlu mendapatkan pendampingan berkaitan dengan sistem pertanian modern. Hal itu penting mengingat dari sisi ketersediaan lahan dan peralatan modern sudah ada dan tinggal menggerakan petani.
“Sistem pertanian terintegrasi milik Heri Sunarto di Jagan, Bendosari menjadi percontohan dimana berhasil dalam panen padi dan ikan. Ini perlu dicontoh di lahan pertanian lainnya,” ujarnya.
Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, penerapan sistem pertanian modern sangat dibutuhkan sekarang. Sebab petani perlu menerapkan sebuah terobosan penting sebagai upaya meningkatkan hasil panen.
“Komponen yang perlu diterapkan sekarang tidak sekedar pertanian saja dengan tanam padi, namun juga peternakan dan perikanan,” ujarnya. (Mam)
krjogja
















