BERITA INDEX BERITA
Mentan: Beda Pertanian RI dengan Korsel, Mereka Terlalu Rajin Kita Malas
Pangan & Energi | DiLihat : 1506 | Selasa, 24 April 2018 | 10:41

CIANJUR - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Desa Cikancana Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Amran didampingi oleh Kepala BKKBN dan juga Bupati Cianjur.
Seperti dikutip dari Okezone, dengan menggunakan kaos putih celana hitam dan menerobos hujan dan tanah yang becek, Amran melakukan blusukan di dua lokasi. Adapun lokasi pertama adalah mengunjungi rumah keluarga pra sejahtera.Pada kunjungan tersebut, Menteri Amran melihat-lihat lokasi kandang ayam yang nantinya akan dijadikan rumah ayam yang akan diberikan kepada masyarakat pra sejahtera. Dalam kesempatan itu juga, Menteri Amran sempat melakukan bincang-bincang bersama warga.Dalam perbincangan tersebut, Menteri Amran mengaku sengaja melakukan blusukan untuk membantu warga yang kurang mampu. Pasalnya, dirinya pernah merasakan sulitnya hidup ketika dirinya masih kecil.
"Saya pernah tinggal di hutan 10 tahun jadi saya merasakan apa yang bapak ibu rasakan. Jadi saya coba bantu," ujarnya saat berbincang dengan salah satu warga di Desa Cikancana, Cianjur, Senin (23/4/2018)Setelah selesai berbincang Menteri Amran memutuskan untuk langsung bergegas menuju lokasi selanjutnya yakni SD Cikancana, Cianjur. Padahal saat itu, lokasi dilapangan sedang dalam keadaan hujan deras serta jalan yang berlumpur.
Setelah sampai di SD Cikancana, Menteri Amran langsung disambut oleh para siswa SD yang mengibarkan bendera merah putih berukuran kecil. Tak hanya siswa SD , para warga sekitar pun menyambut meriah kehadiran Menteri Amran.
Saking antusiasnya warga banyak yang mengabadikan momen langka tersebut dengan ber-selfie. Beberapa kali tak henti-hentinya Menteri Amran menerima permintaan selfie warga layaknya artis.Setelah puas ber-selfie, Menteri Amran menyampaikan sambutannya di depan para warga. Dalam sambutannya, Menteri Amran meminta kepada seluruh warga untuk giat dalam bekerja.
Sebab menurutnya, pada sektor pertanian saja, Indonesia sangat berpotensi untuk berkembang lebih jauh. Hanya saja, ada beberapa masalah berupa etos kerja dari para petani Indonesia.
"Saya baru dari Taiwan dan Korea Selatan kami lihat negara lain. Pak menteri apa yang membedakan Indonesia dengan negara lain. Kecerdasan teknologi kita enggak kalah. Mereka terlalu rajin kita terlalu malas," jelasnya.
Menurut Amran, jika para petani Indonesia memiliki etos kerja yang sama dengan negara-negara di luar sana, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi negara pertanian terbesar di dunia. Bahkan masalah kemiskinan di pertanian bisa teratasi. "Mari kita bebaskan kemiskinan di sektor pertanian," tegasnya.
okezone
















