BERITA INDEX BERITA

Mentan: Ada Bantuan Ayam Ternak, Warga Miskin Dapat Rp 50.000/Hari

Pangan & Energi | DiLihat : 1678 | Selasa, 24 April 2018 | 10:19
Mentan: Ada Bantuan Ayam Ternak, Warga Miskin Dapat Rp 50.000/Hari

Program pembagian bantuan ayam ternak untuk 16 juta warga miskin dimulai di Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, pada Senin (23/4) pagi. Sebanyak 20 KK (Kepala Keluarga) menerima bantuan ayam ternak dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Masing-masing penerima mendapat 50 ekor ayam.

Amran berharap para warga yang ada di seluruh desa penerima bantuan di bidang pertanian bisa meningkatkan taraf hidupnya. "Ini ada total 10 juta ekor untuk 10 desa dan 100 kabupaten. Kami akan lanjutkan sampai 16 juta saudara kita bisa terlepas dari kemiskinan," paparnya.

Bantuan ayam ini diharapkan dapat membantu para warga dengan telur yang dihasilkan dari beternak ayam. Dengan begitu, pendapatan warga pun menanjak naik.  Dia menjelaskan, setiap hari ayam ternak ini mampu bertelur sebanyak 50 butir. Dengan harga Rp 1.000 per telur, bisa meningkatkan pendapatan warga sebesar Rp 50.000/hari.

Ayam yang dibagikan adalah Ayam Kampung Unggul Balitbang (KUB). Kata Amran, ayam KUB adalah ayam paling unggul dalan varietas ayam kampung.  Jenis ayam ini merupakan hasil penelitian Badan Penelitian Ternak sejak 2009 lalu. Amran menambahkan, ayam ini bisa digunakan sebagai pedaging atau petelur.

"Ini ayam KUB dan bisa bertelur tiap hari selama 2 tahun. Ini ayamnya masih usia 2 bulan. Di usia 4 bulan sudah bisa bertelur. Kami biayai semuanya, pakannya, kandangnya, termasuk pendampingannya," tambahnya.

Sebagai tambahan, tiap rumah tangga miskin juga akan menerima 3 ekor kambing atau domba, 5 ekor kelinci beserta kandang dan pakan selama 6 bukan, 2 batang bibit tanaman buah yang disesuaikan dengan daerah masing-masing, 2 batang bibit rempah, dan 10 batang bibit sayur.

"Secara khusus, Kementan telah melakukan refocusing anggaran anggaran untuk menyediakan 10 juta ekor ayam. 'Program Bekerja' memanfaatkan pekarangan masyarakat secara intensif untuk pertanian," terang Amran. 

kumparan

Scroll to top