BERITA INDEX BERITA
Pemanfaatan Lahan Tidur Bisa Menghentikan Impor

Jakarta: Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi pertanian. Salah satunya melalui pemanfaatan lahan rawa lebak dan pasang surut. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meyakini, jika lahan rawa lebak dan pasang surut dimanfaatkan secara maksimal, Indonesia tidak perlu mengimpor bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan nasional.
"Ini solusi permanen untuk dekatnya perdagangan dengan pertanian. Karena pasti tidak ada cerita impor lagi," kata Amran dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Februari 2018. Amran menyebutkan, luas lahan rawa lebak dan pasang surut di Indonesia mencapai 10 juta hektare. Dua lahan tidur itu terdapat di lima provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. "Semua akan kita manfaatkan," ungkap dia.
Amran mengungkapkan, produksi pertanian di lahan rawa lebak dan pasang surut cukup produktif. Dikutip dari laman BB Biogen Kementerian Pertanian, produksi lahan rawa lebak dan pasang surut di Desa Telang Jaya sekitar lima hingga enam ton gabah kering panen per hektar.
Dengan potensi tersebut, Amran menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian akan terus berupaya meningkatkan pemanfaatan lahan rawa lebak dan pasang surut. Kementerian Pertanian berencana mengolah 500 ribu hektare lahan rawa lebak dan pasang surut pada 2018.
Selain produktif, Amran juga menyampaikan bahwa biaya pemanfaatan lahan rawa dan pasang surut lebih murah daripada membuat sawah baru.
metrotvnews
















