BERITA INDEX BERITA
RI di Ambang Krisis Kekurangan Pekerja di Sektor Pertanian?

Jakarta Sektor pertanian Indonesia mulai ditinggalkan generasi muda. Bahkan komposisi generasi muda di sektor tersebut terus mengalami penurunan. Pengamat Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengatakan, saat ini jumlah petani muda dengan usai di bawah 35 tahun terus berkurang. Sektor ini didominasi petani tua yang masih bertahan.
"Kalau data resminya semakin menurun. Petani muda di bawah 35 tahun itu semakin menurun. Populasinya semakin drop sehingga komposisinya sekarang membengkak di atas, dalam arti petani-petani tua ini semakin dominan," ujar dia saat berbincang di Jakarta, Minggu (28/1/2018).
Sedangkan jumlah petani atau keluarga tani diperkirakan terus menurun sebanyak 500 ribu per tahun. Hal ini membuat sektor pertanian di dalam negeri semakin ditinggalkan.
"Jadi tiap tahun jumlah petani dari lahannya kira-kira 500 ribu. Jumlah petani itu berdasarkan sensus pertanian sudah menurun 5 juta keluarga tani sejak 2003-2013, dari 31 juta menjadi 26 juta keluarga tani," kata dia.
Menurut Andreas, alasan terus menurunnya sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian lantaran usaha tani dinilai tidak memberikan keuntungan. Selain itu, sektor tersebut juga dinilai tidak memiliki prospek ekonomi yang baik.
"Karena alasan ekonomi. Karena berusaha tani dipandang tidak menguntungkan. Kalau usaha tani ini dipandang menguntungkan, tentu arus balik yang terjadi dari pada jadi buruh pabrik atau kuli bangunan, kalau bertani lebih menguntungkan ya lebih baik jadi buruh tani. Dan kenyataan statistiknya juga demikian, upah buruh tani, pendapatan usaha tani ini lebih rendah dari pada kerja di tempat lain," tandas dia.
liputan6
















