BERITA INDEX BERITA
Saham Sektor Agribisnis Akan Bersinar di 2018

Jakarta - Sektor agribisnis mulai unjuk gigi di awal tahun 2018 yang terlihat dari kenaikan sejumlah saham di sektor ini. Seiring proyeksi membaiknya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) tahun ini diperkirakan saham sektor agri akan bersinar pada 2018.
"Secara teknikal sektor agri sudah berada di bottom atau di support-nya, sehingga berpotensi rebound (berbalik arah menguat) dan membentuk trend bullish baru," kata Astronacci Fund Manager, Daryl Yahya, dalam risetnya Senin (22/1).
Hal ini juga didukung double bottom pattern yang terjadi pada 20 Desember 2017 lalu. Adapun pada tahun 2017 performa sektor agri bisa dibilang kurang baik, dengan penurunan sekitar 13,5 persen sampai penutupan tahun 2017.
Daryl mengungkapkan, 2018 diprediksi menjadi tahun yang berbeda untuk sektor agri. Harga CPO yang masih berada dalam tren bullish dapat menjadi indikator pendukung bangkitnya sektor agribisnis. "Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) juga memproyeksi harga CPO akan mencapai level US$ 710-US$ 720 di tahun 2018 ini," kata dia.
Sementara secara astronacci, kenaikan emiten CPO di tahun ini akan terlihat selama dua minggu dimulai saat Sun berpindah ke Aries. Selain itu saat Mercury ada di Virgo atau sekitar akhir Febuari hingga akhir Maret 2018. "Aspek dari planet Mercury terhadap Saturnus juga akan memberikan dampak signifikan yaitu sekitar awal Desember 2018," kata Daryl.
Daryl mengaytakan, ada beberapa saham pilihan sektor agri yang bisa dipertimbangkan di tahun 2018 ini. Untuk investor yang cenderung defensif dapat mempertimbangkan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT Londom Sumatera Tbk (LSIP). Sedangkan untuk investor yang agresif dapat melirik saham PT Provident Agro Tbk (PALM) dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, (ANJT).
Dia mengataka, Saturn menjadi planet yang berperan penting dalam pergerakan harga saham AALI. Berdasarkan perhitungan ini ada beberapa tanggal yang perlu diperhatikan, yaitu 21 Febuari 2018 dan 10 Desember 2018. Kedua tanggal ini memiliki powercukup signifikan dengan range pergerakan 4 persen-6 persen. "Menurut skenario, AALI akan mengalami koreksi sampai 21 Febuari 2018, kemudian membentuk bottom dan kembali naik dengan potensi kenaikan 4 persen-6 persen," kata dia.
beritasatu
















