BERITA INDEX BERITA
Menteri Amran Kumpulkan Tim Penggerak PKK Se-Indonesia

JawaPos.com - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman hari ini (10/4) menggelar teleconference di 10 provinsi.Kegiatan digelar sebagai bagian dari launching program "Gerakan Peran serta Masyarakat dalam Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga Indonesia".
Dalam sambutannya, Amran mengajak seluruh para anggota PKK dan organisasi kewanitaan lain, mengoptimalkan lahan pekarangan.Dia menjelaskan, jika saja 60 juta rumah tangga bergerak bersama menanam sayur mayur dan buah-buahan di pekarangan, maka hal itu bisa mengurangi biaya kebutuhan sehari-hari.
"Katakanlah kalau sebulan (menghemat) Rp 1 juta, maka dalam satu bulan 60 triliun. Dalam setahun Rp 720 triliun. Luar biasa bukan," jelas dia di Jakarta.Amran mengatakan, kementeriannya telah menginstruksikan kepada seluruh Balitbang (badan penelitian dan pengembangan) Pertanian di daerah, untuk mengintensifkan pemberikan bibit tanaman secara gratis.Sebab, pihaknya tahun depan akan menambah anggaran bibit gratis sekitar Rp 200 miliar.
"(Jenis bibitnya) beragam, ada sayur mayur, buah-buahan, hingga bibit ayam," tegas dia.Dalam kesempatan tersebut, Amran juga melakukan dialog dengan perwakilan PKK di 10 provinsi. Terutama terkait progres Gerakan Tanam (Gertam) Cabai yang digagasnya empat bulan lalu.
"Alhamdulillah, sejak program gertam (gerakan tanam cabai) dilaksanakan empat bulan lalu, hasilnya sudah terasa sekarang. Harga cabai turun. Saya pantau di Pasar Induk Rp36-Rp40 ribu," sambung pria asal Makasar itu. Dia menambahkan, keberhasilan program Gertam Cabai menjadi momentum upaya percepatan pemanfaatan lahan pekarangan.
"Karena kami pun akan mendukung penuh. Mulai dari penyediaan gratis hingga bantuan penunjang lainnya," jelas dia. Hal senada diungkapkan Ketua Umum Tim Penggerak PKK, Erni Tjahjo Kumolo. Dia meminta seluruh kadernya mengoptimalkan lahan pekarangan.
"Minimal 5-10 tanaman cabai. Kalau itu bisa terpenuhi, mereka setidaknya bisa mencukupi kebutuhan konsumsi cabai," ujar dia ketika memberi arahan dalam teleconference di Desa Glesungrejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Senin (9/4).
"Intinya harus ada kemauan. Kementan sudah mendorong, tinggal bagaimana para kader memanfaatkannya," pungkasnya.(mam/JPG)
Sumber : jawapos.com
















