BERITA INDEX BERITA

Pupuk Cukup, Petani yang Kurang DPKP Ingin Ada Penyalur di Tiap Kecamatan

Pangan & Energi | DiLihat : 769 | Senin, 27 November 2017 14:31
Pupuk Cukup, Petani yang Kurang DPKP Ingin Ada Penyalur di Tiap Kecamatan

TANJUNG SELOR – Sektor pertanian di Kaltara masih sangat potensial untuk digarap, karena lahan yang masih sangat luas. Salah satu kendala yang kerap dihadapi petani di Kaltara adalah ketersediaan pupuk. Keberadaan pupuk dinilai tidak merata di semua daerah di provinsi termuda ini.

Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kaltara Muhammad Arifin mengatakan, pupuk menjadi kebutuhan penting dalam mengelola sektor pertanian. Khususnya untuk menjaga kesuburan tanah sehingga produktivitas pertanian bisa meningkat.

Namun, menurutnya, keberadaan pupuk di Kaltara sebenarnya sudah mencukupi. Yang jadi masalah adalah jumlah petani yang semakin kurang dan tidak merata. Sehingga, penyebaran pupuk ke petani juga tidak merata.

“Kalau pupuk di Kaltara ini stoknya ada saja, hanya yang jadi pertanyaan petaninya memang sedikit. Sementara, ada daerah di Kaltara yang kekurangan stok pupuk. Untuk itu, perlu rasanya pupuk di daerah yang serapannya sedikit, dikirim ke daerah yang kebutuhannya banyak,” tutur pria yang akrab disapa Arifin ini, Ahad (26/11).

Dia mengatakan, keberadaan agen atau distributor pupuk di Kaltara memiliki peran membantu pemerintah dan menyalurkan pupuk di Kaltara. Jangan sampai ada kelangkaan pupuk di saat musim-musim tanam petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Andi Santiaji mengatakan, pihaknya menginginkan agar setiap kecamatan nantinya bisa terdapat satu penyalur pupuk untuk petani. Sehingga, petani akan semakin dimudahkan untuk mendapatkan pupuk jika lebih dekat.

“Koperasi petani atau koperasi unit desa (KUD) juga bisa menjadi penyalur pupuk untuk petani,” terangnya.

Dia juga mengingatkan agar distributor pupuk yang ada tidak bermain-main dengan harga jual kepada petani. Sebab, sektor pertanian menjadi salah satu yang punya potensi untuk dikembangkan jadi sektor unggulan Kaltara.

Dikatakan, saat ini sedang ada perusahaan pupuk yang ingin memasarkan produknya di Kaltara. Namun, dia menginginkan agar setiap perusahaan bidang pertanian yang ingin membuka pasar, juga harus membuka kantor di Kaltara.

“Sehingga ketika ada komplain dari masyarakat, perusahaan bisa cepat mengambil langkah dan solusi. Kalau hanya ditempatkan orang saja di sini, tidak bisa mengambil keputusan, karena harus koordinasi dulu ke kantor pusatnya,” ujarnya. (rus/fen)

prokal.co 


Scroll to top