BERITA INDEX BERITA

Hari Pangan Sedunia, Sejarah dan Upaya Eliminasi Kelaparan

Pangan & Energi | DiLihat : 1131 | Senin, 16 Oktober 2017 12:04
Hari Pangan Sedunia, Sejarah dan Upaya Eliminasi Kelaparan

JAKARTA  - Setiap 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia untuk menghormati berdirinya Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization-FAO), lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didirikan pada tahun 1945.

Sejarah peringatan hari pangan sedunia bermula dari konferensi FAO ke 20, bulan Nopember 1976 di Roma yang memutuskan untuk dicetuskannya resolusi Nomor 179 mengenai World Food Day. Resolusi disepakati oleh 147 negara anggota FAO, termasuk Indonesia, menetapkan bahwa mulai tahun 1981 segenap negara anggota FAO setiap tanggal 16 Oktober memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS).

Tujuan dari peringatan HPS tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat internasional akan pentingnya penanganan masalah pangan baik ditingkat global, regional maupun nasional. Penyelenggaraan peringatan HPS merupakan konsekuensi keikutsertaan Indonesia sebagai anggota FAO.

Tema peringatan HPS untuk tahun ini adalah “Change the future of migation, Invest in food security and rural development”. Dikutip dari laman Times of India, Senin (16/10/2017), data statistik menunjukkan sebanyak 11,3 persen populasi dunia masih dilanda kelaparan. Itu berarti ada sekitar 805 juta orang yang kekurangan gizi setiap hari dan mengonsumsi kurang dari yang direkomendasikan yakni 2.100 kalori per hari.

Pada tahun 2010, diperkirakan 7,6 juta anak - lebih dari 20.000 per hari - meninggal dunia, yang diakibatkan oleh nutrisi yang buruk. 10 negara yang telah mencapai keberhasilan terbesar dalam mengurangi jumlah orang lapar sebanding dengan populasi nasional mereka adalah Armenia, Azerbaijan, Brasil, Kuba, Georgia, Ghana, Kuwait, Saint Vincent dan Grenadines, Thailand dan Venezuela.

Hampir 98 persen kelaparan di seluruh dunia ada di negara-negara terbelakang. Hampir 1 dari setiap 15 anak di negara berkembang meninggal sebelum usia 5 tahun, kebanyakan dari penyebab kelaparan. Secara global, 155 juta anak balita masih menderita stunting.

HPS di Indonesia

Sementara itu, Peringatan HPS di Indonesia akan diselenggarakan pada 19-22 Oktober 2017 di Markas Kodam VII/ Tanjungpura, Kalimantan Barat. Tema HPS secara nasional adalah “Menggerakkan Generasi Muda dalam Membangun Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia.”

Tema yang dipilih kali ini sangat strategis mengingat kurangnya minat generasi muda terhadap pertanian. Pemerintah berpandangan, perlu diciptakan lapangan pekerjaan yang prospektif dan inovatif serta modern di bidang pertanian, hortikultura, perkebunan, perikanan, kehutanan. Peringatan HPS merupakan momentum menguatkan peran generasi muda dalam pembangunan pertanian dalam arti luas.

netralnews.com


Scroll to top