BERITA INDEX BERITA
Kementan dan TNI Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui TMMD ke-100

Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) RI bersinergi bersama TNI menjalankan progam TNI Manunggal Membangun Bangsa (TMMD) ke-100.
Kerja sama antara TMMD dengan Kementan ini merupakan bagian dari visi pemerintah guna meningkatkan ketahanan pangan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana ditegaskan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, bahwa ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara.
"Kami telah bersinergi dengan baik. Sekarang terbukti dengan kita tidak mengimpor beras. Sekarang pun kita mengekspor bawang. Menggembirakan, luar biasa. Bapak Presiden memantau kami bagaimana untuk selalu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi soal pangan. Luar biasa sinergi yang kita bangun. Karena ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara. Jika ketahanan pangan rapuh, negara bisa goyang," ucap Amran, saat membuka Rakornis TMMD ke-100 di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 5 September 2017.
Senada dengan Amran, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono selaku penanggung jawab operasional TMMD, menjelaskan, integrasi dengan Kementan diperlukan guna mewujudkan ketahanan pangan demi terciptanya kesejahteraan masyarakat.
"Hari ini rapat koordinasi teknis TMMD ke-100, kita samakan misi dan persepsi. Kebijakan apa yang akan dilaksanakan pada TMMD ke-100. Tema yang diangkat bagaimana mempercepat ketahanan pangan untuk kesejahteraan masyarakat. Karena TNI merupakan bagian dari masyarakat," kata Mulyono.
erdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada seluruh gubernur, bupati dan wali kota Nomor 140/174/SJ tanggal 16 Januari 2017 tentang Penambahan kegiatan program TMMD dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun, maka mulai 2017 ini terdapat perubahan dalam pelaksanaan TMMD yang semula dua kali dalam setahun, menjadi tiga kali dalam setahun. Program TMMD ke-100 merupakan pelaksanaan TMMD tahap ke-3 pada 2017.
Latar belakang kerja sama ini, dijelaskan Mulyono, merupakan arahan Presiden Joko Widodo pada Apel Dansat TNI AD yang dilaksanakan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada Desember 2014, tentang perintah kepada TNI AD untuk membantu mewujudkan program pemerintah swasembada pangan. Perintah Presiden tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan MoU antara Mentan dengan KSAD pada 8 Januari 2015, dalam upaya mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional.
Kegiatan TMMD ke-100 akan dilaksanakan selama 30 hari, mulai 26 September hingga 25 Oktober 2017, melibatkan personel unsur TNI dan Polri, kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian atau LPNK, dan masyarakat sebanyak 7.800 orang yang tersebar di 52 satgas, 52 kabupaten dan kota, 66 kecamatan dan 94 Desa.
metrotvnews.com
















