BERITA INDEX BERITA
IPB Peringatkan Pemerintah: Serangan Wereng Ancam Gagal Panen Petani di Jawa

Bogor, - Para petani di pulau Jawa tengah berjuang menyelamatkan lahannya. Sampai saat ini, lahan produksi padi yang menjadi sentra pangan nasional terancam gagal panen akibat meningkatnya serangan hama wereng.
Tak hanya itu, serangan itu disertai penyakit kerdil. Seperti yang terjadi di Subang, Jawa Barat. Sudah tiga musim, lahan pertanian di sana mengalami gagal panen.
Akibatnya, petani mengalami kerugian besar. Hal ini ditemukan oleh tim klinik tanaman Departemen Proteksi Tanaman dan LPPM Institut Pertanian Bogor (IPB). Para akademisi dan ilmuan tanaman ini telah melakukan aksi lapangan.
Mereka mengunjungi 6 kabupaten untuk memberikan layanan konsultasi, dan teknologi ramah lingkungan kepada para petani di Subang, Kebumen, Klaten, Bojonegoro, Banten, dan Lampung.
Kepala Klinik Tanaman IPB, Widodo mengatakan dampak serangan hama wereng ini sangat menyusahkan petani.
"Bisa jadi data yang ada pemerintah menunjukkan kecilnya serangan. Namun di lapangan kita menemukan hal lain karena dampaknya sangat berat bagi petani. Mereka mengalami kerugian berlipat-lipat dan tidak ada yang membantu," ujarnya disela-sela kegiatan Diskusi Publik: ekspos hasil lapangan dan solusi yang digelar, Senin, (15/8) di IPB, Dramaga, Bogor.
Penanganan hama ini, kata Widodo memerlukan usaha yang ekstra keras. Maka dari itu dirancanglah pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Widodo mengatakan, UU 12 Tahun 1992 SBT, PP No 6 tahun 1995 perlindungan tanaman sangat jelas mengatur soal implementasi PHT.
Terkait praktek pengendalian HPT yang ada saat ini, Widodo mengungkapkan ledakan hama terjadi karena adanya kesalahan dalam pengelolaan ekosistem pertanian. Dalam proses peningkatan produksi harusnya memperkuat daya lenting lingkungan bukan justru memperlemah daya lenting lingkungan.
Sementara itu, Rektor IPB, Herry Suhardiyanto menyatakan pengendalian hama melalui PHT sangat penting. Menurutnya, peningkatan produksi harus berdasarkan pengetahuan. Produksi akan meningkat secara kontinu jika didasarkan pada sains. Dalam hal ini pendekatan PHT menjadi salah satu pilihan karena secara saintifik terlah terbukti.
"Tak hanya soal teknis budidaya, peningkatan produksi juga harus di dukung oleh kebijakan yang memungkinkan itu terjadi. Kebijakan harus dilakukan dengan pendekatan Sains Base Policy. Dengan demikian menjadi tepat dan efektif," ungkapnya.
Hermanu triwidodo, Dosen Proteksi Tanaman IPB, mengungkapkan bahwa persoalan mendasar pada pengendalian hama wereng ini bukan lagi pada persoalan teknis dan pengetahuan tetapi political will. Menurutnya ilmu pengetahuan, pengalaman, teknologi terkait wereng sudah komplit.
Hal ini dimungkinkan karena wereng bukan hama baru di Indonesia. Sudah sangat banyak percobaan, penelitian sampai inovasi yang diciptakan tidak hanya oleh peneliti, pemerintah bahkan oleh petani tetapi tetap saja masalah ini ada.
"Kalau kita masih saja menghadapi hal yang sama seperti ini berarti kita tidak pernah belajar, atau memang kita tidak pernah mau berubah dan tidak punya niat baik untuk menyelesaikan persoalan wereng di semua level sehingga petani terbebas dari penderitaan dan permasalahannya yang kemudian memungkinkan produksi ajeg," tukas Hermanu.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian akhir dari kegiatan aksi lapang pengendalian hama wereng yang digelar IPB sejak dua bulan lalu. "Lewat kegiatan ini kita berharap awareness public meningkat tentang penting persoalan ini. Selain itu kita juga berharap terjadi perubahan terutama pada kebijakan dan implementasi pengendalian hama penyakit yang dilakukan. Yang pada akhirnya mampu menyelamatkan petani dan produksi," pungkas Widodo.
gatra.com
















