BERITA INDEX BERITA
Target Swasembada, Pemkab Cetak Sawah di Tiga Desa

TANA TIDUNG - Untuk mencapai target swasembada pangan, Pemkab melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan membuka lahan percetakan sawah di tiga desa yakni Desa Sesayap Seberang Kecamatan Sesayap Hilir dan Desa Limbu Sedulun dan Tideng Pale seberang di Kecamatan Sesayap. Pembukaan lahan sawah ini melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan pengelolaan 4 hektare tiap desanya.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan pada Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Rudi, mengatakan bahwa pembukaan lahan yang disertai dengan pembangunan untuk menampung hasil tanam termasuk pemasarannya dipastikan akan dapat mencapai target swasembada pangan nantinya.
Target ini terus digalakkan dalam beberapa tahun terakhir lantaran begitu sulitnya hasil produk lokal dipasarkan di daerah mengingat sangat minimnya hasil lokal sehingga hasil produk lokal diharapkan tidak hanya cukup dikonsumsi tapi juga dapat dinikmati langsung oleh masyarakat Kabupaten Tana Tidung (KTT).
“Kita memang berharap bahwa target swasembada pangan ini dapat tercapai, ini pula sesuai dengan visi dan misi Pemkab KTT begitu pula dengan nawacita pemerintah pusat, kita sendiri saat ini dihadapkan pada masalah tingginya harga produk yang ada di KTT karena hasil lokal minim dan lebih didominasi oleh produk luar daerah yang tentunya membutuhkan berbagai biaya tambahan untuk sampai ke pasaran akhirnya harga jual sangat tinggi, akan tetapi ini akan berbeda ketika kita sendiri dapat menghasilkan,” kata Rudi.
Ketiga desa yang dipilih tersebut memiliki potensi cukup baik untuk melaksanakan target sebab ketiga desa ini juga giat-giatnya melakukan penanaman hasil produk lokal yang tidak hanya difokuskan pada hasil padi semata akan tetapi buah-buahan termasuk sayur-sayuran pun dilakukan akan tetapi karena minimnya lahan dan ketersediaan alat pertanian termasuk bibit tanaman yang berkualitas unggul sehingga hasilnya pun minim pula.
“Makanya di tahun 2017 ini kita genjot agar para petani ini bisa lebih produktif lagi, karena semua yang mereka butuhkan akan kita siapkan dalam satu paket, mulai dari pembukaan lahan, ketersediaan alat-alat, bibit sampai termasuk pengolahan hasil itu sendiri sampai dipasarkan jadi hanya tinggal niat dan tekad keras saja dari para petani untuk melakukan ini supaya hasilnya lebih maksimal kedepannya,” terangnya.
Untuk memaksimalkan hasil yang diperoleh, sebelumnya para petani telah dibekali dengan berbagai pengetahuan terkait tata cara dan strategi pengolahan hasil agar lebih maksimal dan tidak membutuhkan ruang (lahan) yang besar sekalipun, ditambah dengan penempatan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang siap di tiap desa, untuk mengoptimalkan kinerja ini, pemkab pula melibatkan para petinggi desa untuk turut membimbing dan membina para petani ini supaya dalam beberapa bulan kedepan hasil sudah mulai terlihat baik.
“Sangat disayangkan KTT memiliki lahan yang luas, subur akan tetapi tidak diolah dengan produktif sehingga akan banyak hal-hal yang disia-siakan, buat apa kita punya lahan tapi tidak diolah dan masih berharap dengan daerah luar untuk konsumsi kita, apakah akan seterusnya seperti ini, jadi lebih baik mulai menggali potensi yang ada di daerah dengan sebaik-baiknya lalu bagaimana caranya justru kita nantinya sebagai pemasok dan bukannya sebagai konsumen, ini harapan kita agar bisa keluar dari persoalan harga selama ini, bila swasembada pangan tercapai maka semuanya akan jauh lebih baik,” pungkasnya.
sumber : korankaltara.co
















