BERITA INDEX BERITA

Bisnis Kue Lebaran Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Humaniora | DiLihat : 1206 | Rabu, 21 Juni 2017 10:55
Bisnis Kue Lebaran Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Bandung -Usaha kue kering rumahan untuk perayaan Lebaran mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah. Tidak hanya pembuatnya, para penjualnya pun kebagian untung ratusan ribu rupiah. Kue nastar menjadi pilihan favorit pembeli.

Seorang ibu rumah tangga, Maya Shinta, tahun ini membuat sekitar 20 jenis kue kering. Ia membuat hingga 700 toples yang masing-masing berukuran 500 gram. Beberapa pilihan kesukaan pembeli yaitu nastar, kastengel, dan kue putri salju. Adapun yang berselera zaman sekarang, lebih memilih kue yang berbentuk lucu dan warna menarik. 

 


Per toples kue  dibanderolnya dari harga Rp 85-125 ribu. “Harganya premium cookies,” katanya, Selasa, 20 Juni 2017. Jika dirata-ratakan, omzetnya bisa mencapai sekitar Rp 70 juta. Biasanya ia bisa mendapat keuntungan separuh lebih dari omzetnya.

Sejak enam tahun lalu berbisnis kue kering, Maya mengaku kini tidak gentar menghadapi ketatnya persaingan. Apalagi setiap tahun permintaan konsumen selalu naik. Selain berpromosi secara gratis lewat media sosial, usahanya juga terbantu cerita dari mulut ke mulut para konsumen soal kuenya.Promosi dilakukannya sejak sebulan sebelum puasa, dan menyebarkan brosur produk ke kantor-kantor.

Agar sukses meraup untung, kata Maya, bisnis kue kering harus kuat modal. Harga jual sudah sulit ditekan, sehingga kualitas rasa menjadi andalan kuat ditambah kreativitas baru agar bentuk kuenya terlihat menarik.Pesaing tidak hanya dari dalam kota namun asal luar kota juga berdatangan setahun sekali.

Eka Sari juga ikut menjadi penjual kue kering pada bulan puasa kali ini. Total ada 16 kue kering yang disediakan pemasoknya. Namun ada lima kue yang dipilihnya untuk dijual, yakni nastar biasa atau keju, kastengel, putri salju, dan kue-kue kering lainnya. “Nastar biasa masih jadi favorit,” katanya.

Sedikitnya 26 toples kue seharga Rp 70-80 ribu per buah yang terjual di sela pekerjaan utamanya sebagai karyawati sebuah kantor. Sebagai penjual, ia mengaku hanya mengambil untung sedikit. Total laba yang diperoleh berkisar Rp 200-300 ribu. Meskipun begitu ia merasa senang karena bisa ikut membantu penjualan kue bikinan teman kuliahnya dulu yang sempat vakum sekitar 2-3 tahun membuat kue kering.

tempo.co


Scroll to top