BERITA INDEX BERITA

Waktunya Mengubah Cara Pandang Desa

Kabar Desa | DiLihat : 1148 | Selasa, 23 Mei 2017 09:49
Waktunya Mengubah Cara Pandang Desa

Desa Melangkah kini memasuki tahun kedua. Dari pelaksanaan tahun pertama, banyak persoalan yang terdeteksi. Baik dalam penyelenggaraan pemerintahan desa maupun pengembangan masyarakat desa. Semuanya telah dicatat secara bersama-sama menjadi pengalaman yang tak ternilai harganya. Juga, menjadi masukan penting dalam menyempurnakan pelaksanaan Desa Melangkah 2017.

Salah satunya soal pentingnya mengubah cara pandang kita terhadap desa. Dalam pandangan umum, sering kali kita mengidentikkan desa dengan karakter tradisional, gagap teknologi, dan ketertinggalan. Faktanya, banyak desa yang saat ini telah berubah wajah. Baik dalam bentuk fisik maupun nonfisik, infrastruktur dan superstruktur, termasuk teknologi, berbagai barang kebutuhan dasar, nilai, serta norma masyarakatnya.

Dinamika masyarakat desa yang semakin menggeliat itu tidak terlepas dari pengaruh arus modernisasi dan globalisasi. Wajah desa pun berubah. Inilah dampak kapitalisasi atau proses ’’pengotaan’’ desa.

Dalam konteks ini, kesiapan masyarakat desa dalam menghadapi perubahan-perubahan tersebut menimbulkan tantangan tersendiri. Salah satunya dalam bentuk peningkatan kapasitas.

Seorang kepala desa bersama perangkatnya harus ahli dalam merancang pembangunan, mengelola transaksi keuangan, dan mengelola aset desa. Penyusunan rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes), misalnya, harus dilakukan secara cermat. Dibutuhkan pula kemampuan menyerap aspirasi masyarakat dan memprediksi masa depan desa. Bila rancangan pembangunan desa disusun secara gegabah, arah pembangunan akan berbelok dari tujuannya.

Peningkatan kapasitas masyarakat dalam bentuk pelatihan-pelatihan tak kalah penting. Dengan memiliki modal yang mumpuni, proses pembangunan desa akan semakin berkualitas. Untuk itu, diperlukan keterampilan dalam mengembangkan potensi dan usaha ekonomi yang dimiliki serta kemampuan mengelola lembaga-lembaga kemasyarakatan agar lebih produktif dan bermanfaat.

Mempertahankan budaya dan kearifan lokal desa juga jangan sampai dilupakan. Faktor itu bisa menjadi salah satu kekuatan dan modal sosial dalam pembangunan desa. Penyelenggaraan kirab budaya yang menampilkan keragaman kesenian masing-masing desa bisa menjadi pilihan strategis untuk mempertahankan karakter desa.

Gagasan paling mendasar dalam pelaksanaan Desa Melangkah tahun kedua ini memang diorientasikan untuk menjawab persoalan kesiapan masyarakat tersebut. Formatnya akan dikemas dalam intervensi penguatan kapasitas perangkat desa, penguatan kapasitas masyarakat, dan penguatan budaya desa. Melalui intervensi tersebut, program Desa Melangkah diharapkan berkontribusi secara langsung dalam upaya percepatan pencapaian pembangunan Kabupaten Sidoarjo. (*)

jawapos.com


Scroll to top