BERITA INDEX BERITA
Gelorakan Desa Melangkah, Pembangunan dari Desa untuk Indonesia

JawaPos.com – Tarian khas Sidoarjo, banjar kemuning, ditampilkan di Pendapa Delta Wibawa, Sidoarjo, Senin (8/5). Lenggok lima penari cantik itu membuka peluncuran Desa Melangkah 2017. Program yang digagas Jawa Pos bersama Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) tersebut dihujani respons positif dari berbagai pihak yang terlibat. Proyeksi Desa Melangkah untuk maju menjadi program Provinsi Jawa Timur berada di depan mata.
Kegiatan itu berlangsung semarak. Hampir seluruh kepala desa, camat, serta pentolan-pentolan dari instansi pemerintahan hadir. Di setiap sudut, isu-isu desa yang diprogramkan dalam rangkaian Desa Melangkah 2017 saling didiskusikan. Salah satunya adalah pelatihan dan peningkatan kapasitas para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sebanyak 154 desa dari 12 kecamatan di seluruh Kabupaten Sidoarjo sepakat bergabung dalam program Desa Melangkah 2017. Urgensi untuk mendorong kemajuan desa melalui kemandirian ekonomi UMKM menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, akan ada tiga elemen yang menjadi target pencapaian. Salah satunya mengeksplorasi potensi desa. Menjalin komunikasi antardesa dalam rangka pembangunan dan penyebaran informasi. Lalu, pola-pola edukasi dan pemberdayaan masyarakat desa.
Apresiasi muncul dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia (Kemendes PDTT). Ketua Tim Satgas Dana Desa Prof Kacung Marijan hadir mewakili Kemendes PDTT. Kacung sangat mengapresiasi program Desa Melangkah. Guru besar Ekonomi Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Airlangga, itu telah mengikuti sepak terjang program yang kini memasuki tahun kedua tersebut. ’’Inilah bentuk pembangunan dari desa menuju Indonesia. Saya kira sudah tepat pendekatan seperti ini,’’ ungkapnya.
Kacung juga menekankan pentingnya kesinambungan setiap program desa dengan seluruh pelaksana pemerintahan desa. Baik itu perangkat desa, tim penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), karang taruna, tokoh masyarakat, maupun babinsa. ’’Ayo kerja sama memajukan desa supaya sejahtera, rukun, dan aman,’’ tegasnya.
Kacung bahkan ingin program Desa Melangkah direplikasi. Bukan hanya di Kabupaten Sidoarjo. ’’Kalau bisa, kita bikin Desa Melangkah Jawa Timur. Mumpung ada Wagub di sini,’’ tuturnya langsung disambut riuh tepuk tangan para undangan yang hadir.
Semangat dan optimisme itu lantas dijawab Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Saifullah Yusuf. Kehadirannya membuat seluruh kepala desa yang hadir makin percaya diri mengikuti program Desa Melangkah.
Dalam kesempatan tersebut, Saifullah menyatakan bahwa Jatim merupakan provinsi dengan pertumbuhan perekonomian dan tingkat pengangguran yang baik. ’’Ekonomi kita tumbuh di atas rata-rata nasional. Pengangguran di bawah. Ini kan baik. Tapi, tanpa kita sadari, indeks kemiskinan masyarakat masih jauh lebih tinggi,’’ paparnya.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, kondisi tersebut berimplikasi langsung terhadap peran desa dalam membangun perekonomian. Jika wilayah desa sejahtera, sudah pasti hal itu menjadi kesuksesan agregat buat Jatim. ’’Kesuksesan Jatim dari kabupaten. Lha kabupaten dari desa. Jadi, saya ini titip nasib ke para kepala desa di sini,’’ canda Gus Ipul.
Gelak tawa kembali terdengar bergemuruh. Selain soal perekonomian, Gus Ipul menyebutkan perihal perbaikan kualitas kesehatan desa. Empat elemen yang diusung dalam program Desa Melangkah sangatlah klik dengan persoalan yang dihadapi desa.
Adanya berbagai fokus tersebut mendapatkan acungan jempol dari Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Dalam sambutannya awal pekan itu, dia menuturkan bahwa desa harus bisa jadi sebuah bentuk pemerintahan yang solid. Selain itu, desa-desa yang ikut program Desa Melangkah harus saling berkompetisi. ’’Kompetisinya harus yang positif, kreatif. Jadi, semangatnya harus makin berkobar supaya Sidoarjo makin dikenal,’’ ujar Saiful Ilah.
Menurut dia, peningkatan kapasitas UMKM dan bentuk-bentuk edukasi kepada masyarakat desa adalah ide yang brilian. Sebab, Sidoarjo memang dikenal sebagai Kota UMKM. Harapannya, dengan branding tersebut, perekonomian di Sidoarjo bisa meroket jika sentra UMKM di setiap wilayah maju.
’’Kalau tiap desa punya produk unggulan yang berdaya saing, saya yakin Sidoarjo bisa lebih terkenal,’’ katanya. Jadi, lanjutnya, di bandara biar disebut sebagai Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo,’’ seloroh bupati membuat seluruh tamu undangan tertawa.
jawapos.com
















