BERITA INDEX BERITA

Mentan: Tak ada alasan harga beras naik

Pangan & Energi | DiLihat : 899 | Kamis, 4 Mei 2017 14:02
Mentan: Tak ada alasan harga beras naik

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan tidak ada alasan harga beras naik menjelang bulan Ramadhan tiga pekan lagi. Sebab, dia memastikan stok beras terhitung aman yakni 2,2 juta ton di gudang Bulog.

"Harga stabil. Tidak ada alasan harga beras naik. Stok di seluruh gudang Bulog di Jakarta penuh," tuturnya usai rapat koordinasi gabungan percepatan luas tambah tanam dan serap gabah petani periode April-September 2017 di Jakarta, Rabu (3/5).

Hadir dalam rapat gabungan tersebut pada kepala dinas pertanian provinsi, jajaran TNI AD, dan kadivre Bulog.

Selain beras, Bulog juga masih menyimpan stok daging kerbau per 26 April sebanyak 41.341 ton dan sisa impor daging sapi australia sebanyak 340 ton. Mentan juga memastikan stok bawang merah 2.000 ton dan bawang putih 1.000 kini sedang proses pengadaan yang dilakukan oleh Bulog.

"Kami sudah bertemu dengan Menteri BUMN dan sudah ditindaklanjuti Dirut [Bulog]. Insya Allah pengadaannya cepat," imbuhnya.

Soal harga bawang putih yang terus bergerak naik hingga Rp60.000 per kg, Mentan menyampaikan satgas pangan akan turun. Menurutnya, pemerintah belajar dari pengalaman kartel cabai sehingga mengerek harga cabai tembus Rp150.000 per kg saat itu.

"Harusnya [bawang putih] tidak tinggi. Itu kan impor. Logikanya, yang biasanya tinggi yang tidak impor. Bawang merah justru turun. Kita lihat saja nanti. Pengalaman kita, cabai saja dikartel," katanya.

Sementara itu, Direktur Pengadaan Bulog Tri Wahyudi Saleh menyampaikan Bulog tengah menunggu surat penugasan dari Kementerian BUMN untuk impor bawang putih, yang kini sedang diproses. Adapun, penyerapan bawang putih dari petani baru tercapai 3 ton. Bulog juga masih menggenjot pengadaan bawang merah dari wilayah sentra seperti Bima, Nganjuk, Brebes, dan Solok.

"Hingga akhir bulan ini ada 500 ton yang disiapkan untuk cadangan Ramadhan, dari target 2.000 ton," katanya.

sumber : bisnis.com


Scroll to top