BERITA INDEX BERITA
Petani Pelalawan Panen Puluhan Ton Padi di Lahan yang Dibuka Tanpa Bakar

BANYAK petani di Riau yang masih mengandalkan pola bercocok tanam tradisional namun membahayakan. Yakni terapkan membuka lahan dengan cara dibakar. Konon tanahnya akan lebih subur karena sisa bakaran. Selain itu, yang tak kalah penting biayanya murah dan cepat diproses.
Namun kebakaran hutan dan lahan yang jadi bencana tahunan di Riau jadi bukti nyata bahwa cara ini tak benar dan harus dihentikan. Perlahan-lahan para petani menyadari hal ini dan mulai banyak yang membukan lahan tanpa dibakar. Awalnya memang banyak petani yang tak paham cara dan teknik membuka lahan tanpa bantuan "si jago merah".
Seperti di Pelalawan, beruntung di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) bersedia memberi bantuan dan pelatihan. Dengan program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program, PT RAPP ringankan dilema yang menimpa para petani.
Salim (53), Ketua Kelompok Tani Berkat Mandiri di Kelurahan Pelalawan pun mengaku sangat senang dengan program Desa Bebas Api PT RAPP ini. Bahkan ketika itu perusahaan juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Cara tersebut menurutnya sangat baik karena lingkungan bersih tanpa asap. Sebelumnya, masyarakat di daerahnya membuka lahan dengan cara membakar. Namun, sejak diberikan edukasi oleh Crew Leader Kelurahan Pelalawan dari Program Desa Bebas Api, masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara bakar karena mereka tahu kegiatan tersebut berbahaya.
“Tahun 2016 lalu, PT RAPP membukakan lahan masyarakat seluas 15 hektar di lahan semak belukar di Kelurahan Pelalawan. Lahan ini dibuka dengan menggunakan alat berat dan hand tractor,” ujarnya.
Tidak hanya dibukakan lahan, Salim bersyukur para petani diberikan pembinaan dan pendampingan dari mulai menanam hingga panen.
“November tahun lalu kami mulai menanam dan ada yang sudah panen 1 ton padi di luas lahan setengah hektar. Kami perkirakan panen mencapai 50 ton di lahan 15 hektar jika tidak ada hambatan,” ujarnya.Manajer Program Desa Bebas Api PT RAPP, Sailal Arimi berkata bahwa pembukaan lahan tanpa bakar termasuk dalam program Desa Bebas Api. Perusahaan memberikan bantuan untuk membuka lahan dan memberikan pendampingan kepada masyarakat.
“Perusahaan hanya menyediakan fasilitas, masyarakatlah yang berusaha untuk bertani, bukan kita. Mereka telah bersungguh-sungguh untuk menanam padi, ditambah mereka sudah mengerti jika membakar lahan tanpa bakar itu berbahaya dan dapat merusak alam,” ucap Sailal.
Saat dimulai pada 2014 Hingga 2017 ini, program desa bebas api telah diikuti oleh 18 desa yang tersebar di tiga kabupaten yaitu, Pelalawan, Siak, dan Kepulauan Meranti.
RAPP memberikan reward yang menarik kepada desa yang telah sukses mencegah pembakaran lahan di wilayahnya.Reward tersebut berupa pemberian Rp 50 Juta dan Rp 100 juta dalam bentuk infrastruktur jika sebuah desa telah sukses menerapkan zero api.
Pada 2014 lalu, kelurahan ini hanya mendapat hadiah Rp 50 juta karena masih terjadi kebakaran lahan seluas 0,5 hektar. Reward tersebut digunakan membeli mesin pompa air untuk pemadaman Kebakaran lahan di daerah tersebut.
Tahun 2015, kelurahan Pelalawan yang dipimpin Edi Arifin ini sukses menerapkan zero api dan mendapat reward sebesar Rp 100 juta.Hadiah itu digunakan untuk membangun kantor Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Babinkantibmas. Pasalnya, lembaga itu menjadi tulang punggung mengatasi pembakaran lahan di wilayahnya.
sumber : halloriau.com
















