BERITA INDEX BERITA

Metamorfosa Desa Majasari, dari Lumbung TKI Jadi Sentra Sapi, Mentan: Luar Biasa!

Pangan & Energi | DiLihat : 902 | Jumat, 24 November 2017 10:24
Metamorfosa Desa Majasari, dari Lumbung TKI Jadi Sentra Sapi, Mentan: Luar Biasa!

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi kepada kepala Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat yang telah sukses menyulap desanya dari yang semula lumbung TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dan saat ini telah menjadi sentra sapi.

Hal itu tak terlepas dari upaya keras Kepala Desa Majasari, Wartono Kuwu Majasari yang berperan aktif dalam menguangkan desa yang dipimpinnya. Amran pun berharap desa-desa lainnya dapat menjadikan Desa Majasari sebagai contoh yang patut ditiru.

“Sungguh luar biasa semangat yang dimiliki Pak Kuwu yang berhasil merubah desanya yang awalnya penduduknya sebagian menjadi TKI, sekarang telah beralih menjadi peternak sapi,” ucap Amran saat meninjau Kelompok Tani (Poktan) Peternakan Sapi Tunggal Rasa di Desa Majasari, setelah melakukan Gerakan Tanam Padi Serentak di Kecamatan Kroya dan Syukuran Panen Raya Padi di Kecamatan Sukra, Kamis (23/11).

Yang membuat Mentan terpesona saat melihat perkembangan peternakan sapi di Desa Majasari mengalami loncatan populasi yang sangat pesat. Dimana kelompok peternak ini awalnya menerima bantuan Penguatan Modal Usaha Kelompok (PMUK) Tahun 2013 dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan sebanyak 32 ekor. Selanjutnya melalui APBNP tahun 2016 Kementan memberikan penambahan indukan lokal sebanyak 13 ekor, dan saat ini jumlah ternak telah berkembang menjadi 211 ekor, dengan sapi yang dipelihara yaitu sapi PO, Limousin, Simental dan Brahman.

Selain itu, peternak juga sudah melaksanakan sistem recording atau pencatatan, serta menggunakan bibit unggul. Menurutnya dari usaha beternak tersebut, peternak di Majasari telah memperoleh pendapatan, sehingga mereka tidak lagi tertarik untuk bekerja menjadi TKI di negeri perantauan. “Ini contoh yang baik, peternak dan petani tidak perlu lagi pergi merantau ke negeri seberang, bangun desanya dengan bercocok tanam dan berternak dan hasilnya bisa dinikmati keluarga,” tambah Amran.

Ketua kelompok Tani/Ternak Slamet Setyadi menyampaikan, perkembangan yang sangat pesat ini juga diperoleh peternak dari hasil pelaksanaan pembibitan sapi yang dilakukan dengan Inseminasi Buatan (IB). “Melalui Program Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) dari Pemerintah juga telah membantu peternak dalam program pembibitan di kelompok ini,” ungkap Slamet Riyadi.

Sedangkan, Wartono Kuwu Majasari dalam penyampaiannya mengatakan, Kelompok Tani/Ternak “Tunggal Rasa” memiliki potensi usaha di bidang peternakan sapi potong karena didukung oleh banyaknya limbah pertanian untuk diolah menjadi pakan ternak yang berkualitas. “Selain memiliki kebun rumput, anggota kelompok juga mempunyai kemauan untuk menerapkan teknologi pengolahan pakan dari limbah pertanian seperti jerami untuk penyediaan pakan ternak,” ungkap Wartono.

Menurutnya, banyak kemajuan yang dimiliki oleh kelompok ternak sapi karena ketua dan anggota telah mengikuti beberapa pelatihan, antara lain pelatihan pengolahan limbah, pelatihan teknologi pakan ternak, pelatihan budidaya sapi potong yang diselenggarakan baik oleh Dinas Peternakan Provinsi maupun Kabupaten.

“Pada tahun 2016 telah dilakukan Gerakan Penanaman Indigofera seluas 2 Ha dengan memanfaatkan lahan yang tidak diproduksi lahan pertanian. Penanaman Indigofera ini merupakan program Gubernur Jabar dan didukung oleh Perguruan Tinggi yaitu UNWIR dan UNPAD,” urainya.

Wartono menjelaskan, selain itu juga pernah dilakukan penelitian oleh UNWIR dan UNPAD mengenai pemanfaatan pakan olahan yang berasal dari limbah pertanian yang dicampur dengan indigofera. “Dari hasil penelitian tersebut disampaikan bahwa terjadi penambahan ADG sebanyak 1,2 kg untuk sapi jenis PO yang diberikan pakan olahan tersebut,” beber Wartono.

Lebih lanjut dijelaskan, masyarakat juga sudah memanfaatkan teknologi tepat guna seperti pengolahan limbah (biogas), pengolahan limbah cair (POC), pembuatan kompos dengan bantuan APBD 2 kabupaten.

fajar.co.id


Scroll to top