BERITA INDEX BERITA
Petani yang Berhasil Diharapkan jadi Motivator

MALINAU – Salah satu komitmen daerah di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau adalah revitalisasi pertanian. Maka dari itu, semua potensi pertanian yang ada di Malinau terus dioptimalkan oleh Pemkab Malinau, salah satunya di bidang perikanan.
Saat panen perdana ikan lele hasil pembudidayaan dari paket bantuan pemerintah sistem bioflok tahun 2017 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin, Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si mengatakan Kabupaten Malinau sangat potensial untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar.
“Kesempatan yang sangat baik dan luar biasa ini harus menjadi semangat bersama. Karena sistem bioflok ini tidak sulit. Jadi tidak membutuhkan satu teknologi yang luar biasa atau tempat yang luar biasa, kita bisa mengembangkan ini,” ujar Bupati Yansen TP kala menyampaikan sambutan dan arahan sebelum panen perdana ikan lele hasil pembudidayaan dengan sistem bioflok Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sukajadi, Desa Kaliamok, di Desa Kaliamok, Kecamatan Malinau Utara, (16/11) lalu.
Sistem bioflok menurutnya merupakan satu model untuk menyediakan ikan segar yang berkualitas dan dengan sistem tersebut dampaknya pun tidak memengaruhi lingkungan luas, tetapi justru memberi efek yang bagus bagi lingkungan karena multiplier effect.
Contoh yang sangat jelas pada sistem bioflok, sebutnya, yaitu limbahnya bisa menjadi pupuk bagi tanaman-tanaman yang menjadi kebutuhan dasar. Oleh sebab, lanjut bupati, sistem bioflok adalah model yang sangat tepat, karena bisa melibatkan seluruh masyarakat seperti halnya model pembangunan yang diterapkan oleh Pemkab Malinau yaitu program Gerakan Desa Membangun (Gerdema) yang melibatkan masyarakat secara nyata dalam membangun desa.
“Artinya, tidak mesti per-kelompok, perorangan pun bisa mengembangkan ini. Kalau seluruh masyarakat Malinau berpendirian yang sama bahwa kesempatan yang baik ini menjadi peluang, maka harapan saya, mari (budidaya ikan air tawar),” ajaknya seraya mengatakan bahwa apabila hal itu dilakukan, ia yakin Malinau bisa menyediakan kebutuhan ikan bagi Kalimantan Utara (Kaltara) sendiri, bahkan bagi masyarakat lainnya di luar Kaltara.
“Ini harapan saya, sehingga pada akhirnya harapan kita semua masyarakat Malinau yang maju dan sejahtera dapat terwujud melalui upaya dan kerja keras kita semua,” imbuhnya.
Bupati juga mengajak kelompok tani yang sudah sukses panen untuk tidak berpuas diri dan ia juga berharap para petani yang sudah sukses untuk menjadi motivator bagi petani lainnya di Malinau. Sebab, kata bupati, kebutuhan ikan di Malinau masih sangat jauh dari ketersediaan yang ada. Artinya, kebutuhan ikan untuk masyarakat Malinau masih sangat banyak, tapi ketersediaannya sangat terbatas. Maka dari itu, sangan besar potensi pengembangan sistem bioflok tersebut untuk memenuhi kebutuhan ikan di Malinau.
Diharapkan, para kepala desa yang merupakan penggerak pembangunan di desa, bisa menggerakan masyarakatnya untuk melakukan hal yang inovatif dan kreatif agar maju dan sejahtera itu terwujud.
“Gak usah bermimpi jadi orang kaya Pak, tapi cukup saja sudah luar biasa. Hari ini panen 1 kg, besok 2 kg, besoknya lagi 5 kg, satu bulan 1 ton, kan begitu. Oleh sebab itu, saya harapkan di sini ada kepala desa, mari Pak. Ya kita gak bermimpi jadi orang kaya, tapi bermimpi punya pendapatan yang cukup. Ingat itu!” pesannya.
Bupati Malinau periode 2011-2016 dan 2016-2021 ini pun mengaku secara pribadi akan membudidayakan ikan dengan sistem bioflok dan itu sudah lama direncanakannya sebelum adanya budidaya yang dilaksanakan Pokdakan Sukajadi.
“Saya pun nanti termasuk yang akan buat. Saya bersyukur ini ada, karena beberapa bulan yang lalu sudah merencanakan untuk membuat. Jadi saya kira ini satu peluang bagaimana kita mendapatkan pendapatan yang cukup,” paparnya. (ags/puu)
prokal.co
















