BERITA INDEX BERITA

Petani Minta Distribusi Pupuk Bersubsidi Dipercepat

Pangan & Energi | DiLihat : 896 | Senin, 6 November 2017 11:21
Petani Minta Distribusi Pupuk Bersubsidi Dipercepat

Jakarta: Petani minta distributor mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi ke pengecer untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk pada awal musim tanam tahun ini.  Sejumlah petani di Persawahan Manikin, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur menyebutkan distribusi pupuk di wilayah itu selalu terlambat. 

"Petani di sini pernah kesulitan pupuk karena pengiriman pupuk dari distributor ke pengecer terlambat," kata petani Okto Missa, dikutip dari Antara, Minggu 5 November 2017. 

Padahal, menurut dia, petani sudah menyerahkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) bersama uang. Alasan yang disampaikan pengecer, pupuk belum dikirim dari distributor. Dia berharap kejadian pada awal musim tanam tahun lalu itu tidak terulang lagi.

Keterlambatan distribusi pupuk di persawahan itu menurut Dia, pernah berlangsung sampai satu bulan setelah petani menanam. Padahal mereka sangat membutuhkan pupuk dasar untuk memupuk tanaman padi.

Petani lainnya, Nenosaban minta distribusi pupuk bersubsidi dilakukan lebih awal atau sebelum petani menanam. Dengan demikian, petani tidak repot mencari pupuk setelah menanam. 

"Tanaman yang baru saja ditanam harus diberi pupuk dasar, kalau tidak padi akan menguning dan layu," ujarnya. Menurutnya keterlambatan distribusi pupuk mencemaskan petani karena bakal berdampak terhadap produktivitas hasil panen. Jika pemupukan terlambat, pertumbuhan padi terganggu sehingga hasil panen anjlok.

Kepala Dinas Pertanian NTT Johanes Tay Ruba mengatakan pihaknya menambah stok pupuk bersubsidi sebanyak 10.000 ton yang akan didistribusikan pada awal musim tanam akhir 2017 sehingga menambah kuota pupuk bersubsidi 2017 sebanyak 48.000 ton. Adapun kuota pupuk bersubsidi 2018 berjumlah 53.000 ton. 

antaranews.com 


Scroll to top