BERITA INDEX BERITA

Membangun Desa Mandiri

Kabar Desa | DiLihat : 1017 | Jumat, 22 September 2017 11:22
Membangun Desa Mandiri

Tak terasa sudah satu bulan kita melalui perayaan hari kemerdekaan. Sebuah momen bersejarah dan penuh dengan makna. 

Ada semangat besar di sana, dan harus kita teruskan dengan semangat pembangunan. Kita perlu untuk membangun sebuah desa yang mandiri, berlandaskan budaya gotong royong. Serta terdapat suasana yang akrab antara pemerintah dan warganya. Hal ini tentu saja teramat penting untuk dilaksanakan mengingat di desa, mayoritas penduduknya belum menikmati kemerdekaan yang seutuhnya dan masih tinggal dalam kemiskinan. Mayoritas penduduk desa bekerja di sektor pertanian (petani), peternakan, perikanan (nelayan), dan lain sebagainya. 

Berdasarkan data terbaru 2017, terdapat sekitar 17,10 juta penduduk ekonomi menengah kebawah di desa. Sungguh menjadi sebuah ironi. Sebagaimana amanat dari UU Nomor.6 Tahun 2014 tentang Desa, yang mengupayakan kemandirian desa dengan konsepsi desentralisasi, nyatanya belum berjalan evektif. Begitu juga dengan pemanfaatan Dana Desa yang secara khusus diperuntukkan bagi desa melalui APBD kabupaten/kota setiap tahunnya. 

Alokasi Dana Desa 2017 senilai 60 trilliun justru disalahgunakan oleh ”koruptorkoruptor lokal” untuk memerdekakan dirinya sendiri. Kita harus belajar dari Korea Selatan memiliki pola pembangunan desa yang cukup menarik. Sistem? Saemaul Undong?, secara harafiah berasal dari kata, Se (baru), Maeul (komunitas/desa), dan Undong (gerakan). Sebuah konsep yang diterapkan di Korea Selatan pada 1970. Mengajarkan kita untuk menjaga kelestarian alam dan budaya. Mengembangkan potensi desa dan juga semangat kerja sama antarwarga dengan pemerintah daerah setempat.

Adapun pembangunan desa yang diterapkan dalam konsep ini (Saemaul Undong), yaitu melalui peningkatan pendapatan petani, pembangunan infrastruktur desa, perbaikan lingkungan, dan perbaikan sistem sosial. Sebuah konsep yang sesungguhnya menyerupai budaya gotong royong bangsa Indonesia. (www.bppk.kemenkeu.go.id) Oleh karena itulah, sangat tepat jika momen kemerdekaan dan pesta rakyat kali ini dimanfaatkan untuk mengintegrasikan setiap warga, dan juga wadah menjalin hubungan yang baik antara pemerintah (pemda) dan rakyatnya. 

Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memanfaatkan dana desa dengan beragam inovasi yang menguntungkan warga desa. Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur desa, juga perlu melakukan pemberdayaan, mengembangkan potensi desa di sektor pariwisata, budaya, dan perdagangan. 

Selain itu, meningkatkan daya beli masyarakat desa dengan subsidi pupuk, bibit, traktor, dan alat pertanian lainnya. Dengan demikian, nantinya terciptalah desa yang mandiri serta memiliki relasi yang harmonis di dalamnya, antara pemerintah daerah dan warganya. Saling mendukung satu dengan yang lain. 

Yohansen W Gultom 
Mahasiswa Departemen Ilmu Politik FISIP. Universitas Sumatera Utara

koran-sindo.com


Scroll to top