BERITA INDEX BERITA
Strategi Kebangkitan Hortikultura Nusantara

Depok: Pemerintah menempatkan hortikultura sebagai subsektor strategis guna mendongkrak daya saing di pasar global. Data ekspor pada 2017, sejak Januari hingga Maret, produk hortikultura Indonesia menjadi primadona di negara tujuan.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Kementerian Pertanian Hardiyanto mengatakan, ekspor sayuran seperti kubis, buncis, dan selada air menempati urutan tertinggi untuk ekspor sebesar 132.878 ton. Menurut dia, hal ini memberikan sumbangan positif guna mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.
Titik bangkit kebangkitan hortikultura nusantara terletak pada peningkatan nilai tambah dan daya saing yang mampu mendorong pemenuhan swasembada, peningkatan ekspor, peningkatan volume produksi, dan mutu komoditas hortikultura dimulai dari penyediaan benih bermutu dari berbagai varietas unggul hortikultura.
Dalam rangka mendorong ketersediaan benih bermutu, lanjut Hardiyanto, Kementerian Pertanian telah mengeluarkan kebijakan operasional dengan menetapkan 2018 sebagai tahun perbenihan. Dukungan produksi benih oleh Balitbangtan pada tahun ini untuk komoditas bawang putih, kentang, mangga, jeruk, durian, salak, pisang, manggis, pepaya, apel, jengkol, petai, dan sukun.
Dia menyampaikan, strategi kebangkitan hortikultura nusantara antara lain, pemantapan mekanisme produksi dan distribusi benih melalui kerjasama Balitbangtan dengan Direktorat Jenderal Hortikultura, BPSB, BBI, perusahaan benih, penangkar benih, serta kelompok tani dengan mempertimbangkan kebutuhan stakeholder terutama untuk kesejahteraan petani.
Lalu, sinkronisasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat sesuai undang-undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura. Menurut Hardiyanto, rencana aksi antara Kementerian Pertanian dan stakeholder hortikultura lainnya, harus menjadi komitmen bersama yang tertuang dalam program-program riset.
Keterpaduan antar stakeholder dalam program pembangunan hortikultura diharapkan lebih efektif menyelesaikan permasalahan dasar serta mengarah pada tujuan yang sama, yaitu mewujudkan kebangkitan hortikultura nusantara yang berdaya saing.
Strategi lainnya, memperkuat jejaring kerja sama di antara pemangku kepentingan hortikultura baik pemerintah, BUMN, akademisi, swasta maupun praktisi hortikultura untuk bersama-sama meningkatkan kinerja subsektor hortikultura menuju kebangkitan hortikultura nusantara.
Balitbangtan membuat nota kesepahaman dengan PT Polowijo Gosari guna memperkuat pengembangan perbenihan, pembibitan dan produksi hortikultura berbasis inovasi teknologi modern.
(TRK)
metrotvnews.com
















