BERITA INDEX BERITA
Mencontek Keseriusan Thailand Merawat Industri Berbasis Agro Bertalian dengan Pariwisata

Peserta kunjungan dari Kadin Jakarta Timur mendapatkan
penjelasan dari pihak pabrik herbal di kawasan industri fitofarmaka, Thailand.
KUNJUNGAN Kadin Jakarta Timur pimpinan Anta Ginting bersama
pengurus ke Thailand selama 4 hari 3 malam ke destinasi wisata di Thailand
menyisakan sekelumit cerita. Meski kunjungan ini dimaksudkan sebagai ungkapan
rasa syukur berlangsungnya kepengurusan selama 3 tahun dan membersamai
kepengurusan Kadin Daerah Khusus Jakarta pimpinan Diana Dewi lewat Musyawarah
Provinsi yang kedua kalinya, namun banyak catatan penting dari Negeri Gajah
Putih itu yang dibawa pulang oleh para peserta kunjungan.
Muhammad Sirod, salah seorang peserta kunjungan yang
menjabat salah satu wakil ketua bahkan terkagum-kagum dengan konsisten Thailand
merawat industri berbasis agro mereka dari dulu hingga kini. Selain spot wisata
belanja dan pantai Pattaya yang bersih, indah dan tertata, ada beberapa lokasi
agroindustri yang menarik perhatiannya.
Saat mengunjungi Big Bee Farm di Nong Pla Lai distrik Bang Lambung, ada yang menawarkan produk-produk madu murni dari peternakan mereka di wilayah sub-tropis dengan memanfaatkan massa pancaran sinar matahari yang lebih panjang. Selain madu multiflora mereka memproduksi nectar dan propolis.
Di pabrik terintegrasi yang lega dan nyaman
tersebut para pengunjung mendapatkan product knowledge bermanfaat seperti
karakteristik madu asli berikut tips untuk mendapatkan manfaat lebih dari
produk-produk berbasis madu.
"Di Indonesia kini banyak penjual madu. Tetapi karena
kebutuhan yang tinggi, produksi nasional tidak mencukupi sehingga sebenarnya
kita masih import dari China. Saya sering mendapatkan konten-konten edukasi
produk madu dari peternak-peternak lokal kita, tetapi kalah jauh dibanding
skala korporasi yang di Thailand ini. Kita musti lebih semangat lagi
mengembangkan sektor ini," ujar Sirod.
Kekaguman Sirod dan peserta lainnya juga membuncah saat mengunjungi
pabrik herbal Erawadee di kawasan Pattaya.Di mana, industri fitofarmaka di sana memajang banyak sertifikat
standard mutu dan penghargaan dari berbagai instansi bonafide. Tempat itu
menjual banyak produk personal care sampai jamu-jamuan. Ada yang berupa balsem,
stik jel, serpihan kering siap seduh, dan ada pula yang berbentuk kapsul.
Di lokasi yang cukup lega dan nyaman tersebut terpampang
sejarah herbal dan pengobatan tradisional dari masa ke masa yang bermula ribuan
tahun lalu, kita pun dapat melihat artefak-artefak masa lampau yang
mengindikasikan kekayaan budaya obat-obatan tradisional Thailand.
"Sebenarnya industri fitofarmaka dan jamu di kita gak
kalah hebat dan modern. Tetapi pabrik di sini menjadi satu bagian komponen
dalam kunjungan wisata, dikemas dengan rapi dan ada unsur edukasi oleh para
penutur yang bahkan pandai berbahasa Indonesia. Ini sebuah indikasi kalau
pemerintah Thailand sangat serius merawat apa-apa yang menjadi bagian kekayaan
rakyatnya. Kita musti contoh keseriusan pemerintah Thailand sehingga
agroindustrinya bertautan dengan industri pariwisatanya," tutur Sirod yang
juga wasekjen HKTI ini.
Di hari terakhir kunjungan tiba saatnya para pelancong Kadin
Jakarta Timur ini membeli oleh-oleh. Seorang tour guide mengatakan bahwa pusat
oleh-oleh di sini menyajikan banyak penganan yang dikeringkan (dry food). Ada
buah-buahan seperti nangka, mangga dan durian, sayuran, produk ikan laut dan
turunannya serta jenis penganan ringan yang sifatnya industri rumah tangga
(IRT).
"Nah ini yang membuat saya iri kepada Thailand dan juga
Malaysia, produk-produk hortikultura mereka yaitu buah dan sayur, selalu ada
saja yang diolah lanjut sehingga lebih awet disimpan lalu dikemas sehingga
memudahkan untuk dijadikan oleh-oleh. Di platform TikTok saya sudah melihat
beberapa IRT menjual produk langsung keripik nangka, sale pisang dan apel. Ini
langkah baik dan mustinya mendapat banyak dukungan pemerintah agar mutu dan
kapasitas mereka bertumbuh terus," tuturnya.
“Kadin Jaktim tentu berharap akan lebih banyak lagi pengusaha dan
para pelaku UKM yang bisa meniru kesuksesan Thailand mengembangkan industri
rumahan mereka dengan memanfaatkan komoditi unggulan yang ada. Bisnis lagi kontraksi, efek covid-19 masih
terasa. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk menjalani usaha di
tahun-tahun mendatang," timpal David Simbolon ketua panitia kegiatan mengungkapkan
harapan besarnya.













