BERITA INDEX BERITA

Mencontek Keseriusan Thailand Merawat Industri Berbasis Agro Bertalian dengan Pariwisata

Humaniora | DiLihat : 628 | Senin, 11 November 2024 | 05:48
Mencontek Keseriusan Thailand Merawat Industri Berbasis Agro Bertalian dengan Pariwisata

Peserta kunjungan dari Kadin Jakarta Timur mendapatkan penjelasan dari pihak pabrik herbal di kawasan industri fitofarmaka, Thailand.

 

KUNJUNGAN Kadin Jakarta Timur pimpinan Anta Ginting bersama pengurus ke Thailand selama 4 hari 3 malam ke destinasi wisata di Thailand menyisakan sekelumit cerita. Meski kunjungan ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur berlangsungnya kepengurusan selama 3 tahun dan membersamai kepengurusan Kadin Daerah Khusus Jakarta pimpinan Diana Dewi lewat Musyawarah Provinsi yang kedua kalinya, namun banyak catatan penting dari Negeri Gajah Putih itu yang dibawa pulang oleh para peserta kunjungan.

Muhammad Sirod, salah seorang peserta kunjungan yang menjabat salah satu wakil ketua bahkan terkagum-kagum dengan konsisten Thailand merawat industri berbasis agro mereka dari dulu hingga kini. Selain spot wisata belanja dan pantai Pattaya yang bersih, indah dan tertata, ada beberapa lokasi agroindustri yang menarik perhatiannya.

Saat mengunjungi Big Bee Farm di Nong Pla Lai distrik Bang Lambung, ada yang menawarkan produk-produk madu murni dari peternakan mereka di wilayah sub-tropis dengan memanfaatkan massa pancaran sinar matahari yang lebih panjang. Selain madu multiflora mereka memproduksi nectar dan propolis.

Di pabrik terintegrasi yang lega dan nyaman tersebut para pengunjung mendapatkan product knowledge bermanfaat seperti karakteristik madu asli berikut tips untuk mendapatkan manfaat lebih dari produk-produk berbasis madu.

"Di Indonesia kini banyak penjual madu. Tetapi karena kebutuhan yang tinggi, produksi nasional tidak mencukupi sehingga sebenarnya kita masih import dari China. Saya sering mendapatkan konten-konten edukasi produk madu dari peternak-peternak lokal kita, tetapi kalah jauh dibanding skala korporasi yang di Thailand ini. Kita musti lebih semangat lagi mengembangkan sektor ini," ujar Sirod.

Kekaguman Sirod dan peserta lainnya juga membuncah saat mengunjungi pabrik herbal Erawadee di kawasan Pattaya.Di mana, industri fitofarmaka di sana memajang banyak sertifikat standard mutu dan penghargaan dari berbagai instansi bonafide. Tempat itu menjual banyak produk personal care sampai jamu-jamuan. Ada yang berupa balsem, stik jel, serpihan kering siap seduh, dan ada pula yang berbentuk kapsul.

Di lokasi yang cukup lega dan nyaman tersebut terpampang sejarah herbal dan pengobatan tradisional dari masa ke masa yang bermula ribuan tahun lalu, kita pun dapat melihat artefak-artefak masa lampau yang mengindikasikan kekayaan budaya obat-obatan tradisional Thailand.

"Sebenarnya industri fitofarmaka dan jamu di kita gak kalah hebat dan modern. Tetapi pabrik di sini menjadi satu bagian komponen dalam kunjungan wisata, dikemas dengan rapi dan ada unsur edukasi oleh para penutur yang bahkan pandai berbahasa Indonesia. Ini sebuah indikasi kalau pemerintah Thailand sangat serius merawat apa-apa yang menjadi bagian kekayaan rakyatnya. Kita musti contoh keseriusan pemerintah Thailand sehingga agroindustrinya bertautan dengan industri pariwisatanya," tutur Sirod yang juga wasekjen HKTI ini.

Di hari terakhir kunjungan tiba saatnya para pelancong Kadin Jakarta Timur ini membeli oleh-oleh. Seorang tour guide mengatakan bahwa pusat oleh-oleh di sini menyajikan banyak penganan yang dikeringkan (dry food). Ada buah-buahan seperti nangka, mangga dan durian, sayuran, produk ikan laut dan turunannya serta jenis penganan ringan yang sifatnya industri rumah tangga (IRT).

"Nah ini yang membuat saya iri kepada Thailand dan juga Malaysia, produk-produk hortikultura mereka yaitu buah dan sayur, selalu ada saja yang diolah lanjut sehingga lebih awet disimpan lalu dikemas sehingga memudahkan untuk dijadikan oleh-oleh. Di platform TikTok saya sudah melihat beberapa IRT menjual produk langsung keripik nangka, sale pisang dan apel. Ini langkah baik dan mustinya mendapat banyak dukungan pemerintah agar mutu dan kapasitas mereka bertumbuh terus," tuturnya.

“Kadin Jaktim tentu berharap akan lebih banyak lagi pengusaha dan para pelaku UKM yang bisa meniru kesuksesan Thailand mengembangkan industri rumahan mereka dengan memanfaatkan komoditi unggulan yang ada.  Bisnis lagi kontraksi, efek covid-19 masih terasa. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk menjalani usaha di tahun-tahun mendatang," timpal David Simbolon ketua panitia kegiatan mengungkapkan harapan besarnya.


Scroll to top