BERITA INDEX BERITA

Olahan Jagung Modern Lamongan Tembus Pasar Ekspor

Pangan & Energi | DiLihat : 1368 | Rabu, 3 Mei 2017 10:07
Olahan Jagung Modern Lamongan Tembus Pasar Ekspor

Lamongan, Memo X – Untuk kali keduanya, kawasan jagung modern yang terletak di Desa Banyubang Kecamatan Solokuro, Lamongan, menggelar acara panen raya, Sabtu ( 29/4). Panen raya dihadiri oleh Menkop dan UKM, AAGN Puspayoga yang didampingi Bupati Lamongan H. Fadeli, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Sumardjo Gatot Irianto, Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementrian Desa, Johozua Max Yoituwo dan Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi, serta seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Lamongan yang langsung melakukan panen raya dengan memetik jagung secara serantak.

Bahkan, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Ngurah (AAG) Puspayoga dibuat kaget saat melakukan panen raya. Bahkan makanan olahan jagung dari Kota Soto ini sudah diekspor.

Lebih lanjut Puspayoga mengatakan, panen raya jagung dan ekspor produk olahan jagung, merupakan bentuk sinergi antara sesama kementerian dan daerah penghasil jagung. Sebab, menurutnya, produk pertanian akan selalu terkait dengan industri olahan. “Karena memang seperti disampaikan Pak Presiden, urusan pertanian tidak bisa lepas dari industri olahan, produk pertanian tidak bisa dinikmati sebagian orang. Dan kita semua bekerjasama, dengan Kementerian Desa dan Koperasi,” terang Puspayoga.

Dia menyampaikan apresiasi atas kinerja Bupati Lamongan Fadeli yang mau berinisiatif memajukan pertanian. “Ini saya apresiasai kinerja beliau. Mampu menaikkan produktivitas jagung yang semula tidak sampai 6 ton, kini menjadi hampir 12 ton per hektare, “ ucap Puspayoga.

Selain Puspayoga, terlihat hadir Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto, Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Johozua Max Yoctuwo, serta Viva Yoga Mauladi dari Komisi IV DPR RI.

Menurut Puspayoga, jika penerapan konsep pertanian modern itu diperluas ke seluruh petani Jagung, Lamongan bisa produksi 600 ribu ton. Untuk kedepan, ketika produksi sudah besar, dia berharap diarahkan pada industri olahannya sehingga bisa memberi nilai tambah. “Pak Bupati yang mau buat terobosan untuk petani ini sudah sesuai dengan yang diinginkan Bapak Presiden. Yakni untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang bisa memberikan kesejahteraan. Dan itu tidak bisa lepas dari pertanian dan produk olahannya, “ kata dia.

Dia mengaku kaget, mengetahui produk olahan jagung dari Lamongan sudah ada yang layak ekspor. Pagi itu selain panen, Puspayoga juga melepas jagung yang akan dikirim ke pabrik pengolah dan makanan hasil olahan jagung untuk ekspor. “Tadi Saya kaget, makanan olahan jagung dari Lamongan ternyata sudah bisa tembus pasar ekspor. Kemasannya bagus pula. Jadi nggak memalukan jika sudah masuk pasar ekspor, “ ujarnya.

Sementara Bupati Fadeli menjelaskan, memang saat ini selain memperluas penerapan pertanian jagung modern di lahan 10 ribu hektar, juga mulai bergeser pada pembinaan produk olahannya.

Menurut dia, konsumen tidak akan sayang membeli jagung dalam bentuk olahan dengan harga mahal, jika dikemas dan diproduksi dengan bagus. “Mengarahkan ini kepada industri olahan tidak hanya akan memberi dampak pada peningkatan kesejahteraan. Namun ada multiplier effect lain, yakni UKM semakin tumbuh dan bisa menyerap banyak tenaga kerja, “ katanya menambahkan.

Produk olahan jagung itu sudah diekspor ke sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan sejumlah negara lain di Asia Tenggara. Ditambahkannya, pembukaan demfarm yang awalnya seluas 100 hektare diarahkan untuk memberikan contoh nyata bagi petani. Bahwa jika pertanian secara disiplin mau menerapkan konsep modern, hasilnya bisa naik drastis.

Di kawasan itu, produktivitas yang semula hanya rata-rata 5,8 ton, dalam panen kali ini menjadi 11,8 ton perhektare. Konsep kawasan pertanian modern tersebut saat ini diperluas menjadi 10 ribu hektare, dan akan ditularkan pada semua petani Lamongan.

“Pada hari ini dapat kita laksanakan panen raya ke dua kalinya di wilayah Banyubang, Alhamdulillah pelaksanaan program pertanian di Lamongan ini berjalan dengan baik, Kalau kemarin (panen raya jagung pertama.red) yang hanya 10,6 di panen jagung ke dua ini bisa sampai 11,8 ton per hektar, jadi ini peningkatan yang luar biasa,” kata Bupati Lamongan H. Fadeli dalam panen raya jagung di Desa Banyubang.

Fadeli juga menegaskan, potensi pertanian di Kabupaten Lamongan yang sangat luar biasa tersebut akan terus dikembangkan. “Dari 100 hektar demontrasi farming kemarin ada 20 varietas yang ditanam yang menghasilkan 10 ton, hanya 6 varietas yang diatas 10 ton, setelah sukses dilaksanakan dikawasan 100 hektar terus kita kembangkan menjadi 10 ribu hektar, diantaranya di wilayah Banyubang ini ada 300 hektar,” pungkasnya.

sumber : lamongan.memo-x.com


Scroll to top