BERITA INDEX BERITA

Beras Murah Bukan Langkah untuk Memajukan Petani

Pangan & Energi | DiLihat : 1582 | Kamis, 16 Agustus 2018 | 09:26
Beras Murah Bukan Langkah untuk Memajukan Petani

YOGYA - Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar seminar yang bertajuk Teknologi Pertanian Menyongsong Industri 4,0, Rabu (15/8/2018).

Seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Pertanian ini menghadirkan tiga orang pembicara yakni Ketua Komisi Teknis Pangan dan Pertanian, Dewan Riset Nasional Dr Ir Haryono MSc, Managing Director of The Nielsen Company Indonesia Dr Agus Nurudin dan Kepala Pusat Inovasi dan Kajian Akademik Dr Hatma Suryatmaja.

Agus Nurudin mengatakan penduduk Indonesia saat ini mencapai 260 juta sehingga kebutuhan pangan terus meningkat.

Dengan jumlah ini maka diperlukan minimal 33 juta ton beras, 16 juta ton jagung, dan 2,2 juta ton kedelai, 2,8 juta ton gula dan 484 ribu ton daging sapi untuk memenuhi kebutuhan pangan tiap tahunnya.

Soal pasokan pangan beras, Agus menyebut bahwa ketergatungan dengan impor semakin besar karena produksi nasional yang tidak mampu mencukupi kebutuhan konsumen.

Sementara profesi petani makin ditinggalkan karena dianggap tidak menguntungkan.

"Jadi apabila masyarakat masih mengharapkan harga pangan yang murah sama saja dengan mematikan profesi petani," jelasnya.

Ia mengusulkan agar setiap periode kepemerintahan tidak lagi mengintervensi pemain beras meski dengan alasan mengatur harga ekonomis.

Baginya, pengendalian harga pokok pangan tanpa memperhatikan aspek komersial, juga sama saja membunuh profesi petani.

Oleh karena itu sudah saatnya petani diperhatikan dengan memperhatikan harga pangan yang bisa meningkatkan kesejahteraan petani serta diberikan akses pada petani untuk mengelola lahan yang lebih luas

Sementara Ketua Komisi Teknis Pangan dan Pertanian, Dewan Riset Nasional Dr Ir Haryono, MSc mengatakan produk makanan dan minuman dari sektor pertanian saat ini menjadi kebutuhan yang terus meningkat, namun produk yang layak untuk dikonsumsi tersebut harus melalui tahapan riset dan inovasi yang berkualitas.

tribunjogja

Scroll to top