BERITA INDEX BERITA
Pemerintah Jajaki Kerja Sama Pertanian dengan Zanzibar
Pangan & Energi | DiLihat : 1568 | Senin, 06 Agustus 2018 | 09:45

Pemerintah berharap bisa melakukan kerjasama dalam sektor pertanian dengan menandatangani MoU on Agricultural Cooperation dengan Pemerintah Negara Zanzibar.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro didampingi Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri, Mesah Tarigan telah bertemu dengan Delegasi Zanzibar yang dipimpin oleh Menteri Perdagangan dan Industri Zanzibar Hon. Ambassador Amina Salum Ali dan didampingi oleh Menteri Sekretariat Negara dan beberapa Pejabat Kementerian Zanzibar pada Rabu (1/8).
Para delegasi Zanzibar berharap dapat meniru keberhasilan Indonesia membangun sektor pertanian, khususnya untuk peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung, serta peningkatan nilai tambah produk hortikultura dan perkebunan. Perwakilan dari Zanzibar secara spesifik pihak meminta bantuan Indonesia untuk mendorong proses medernisasi sektor pertanian melalui bantuan alsintan, pengembangan varietas bibit unggul, penanganan pasca panen, serta pemasaran.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro menyambut baik maksud tersebut dan meminta agar pihak Zanzibar menyampaikan permohonan resmi secara tertulis melalui jalur diplomatik. Oleh karena Zanzibar merupakan salah satu negara bagian dari Tanzania, maka rencana kerja sama ini dapat diposisikan dibawah payung MoU on Agricultural Cooperation dengan Tanzania, dan dapat di dievalusi secara berkala melalui pertemuan rutin Joint Agricultural Cooperation Committee (JACC).
Syukur pun meminta pihak Zanzibar memberikan fasilitasi perluasan akses pasar untuk komoditas perkebunan asal Indonesia, khususnya crude palm oil, kakao, dan obat hewan yang diterima pihak Zanzibar.
Selain itu, Delegasi Zanzibar pun meminta agar pemerintah Indonesia mau membuka akses pasar cengkeh dalam negeri kepada mereka. Namun, Syukur mengatakan bahwa pada dasarnya Indonesia dan Zanzibar merupakan dua produsen cengkeh dunia dan jenis cengkeh yang dihasilkan memiliki karakteristik yang berbeda.
"Kedua jenis cengkeh tersebut saling melengkapi dalam proses industri rokok. Oleh karena itu, akses pasar cengkeh Zanzibar di Indonesia cukup terbuka sepanjang harga dan kualitasnya bersaing dengan cengkeh sejenis yang berasal dari Negara lain," katanya.
Selain itu, Presiden Zanzibar Ali Mohamed Shein juga sudah menemui Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia Risyanto Suanda pada pekan yang sama.
Presiden Zanzibar menyatakan minat untuk belajar membangun industri pengolahan ikan dari Perum Perindo. Menurutnya, Zanzibar memiliki potensi perikanan yang besar, tapi negara tersebut kekurang kapal penangkap ikan dan tidak ada industri pengolahan ikan.
Menanggapi hal itu, Risyanto menyatakan kesiapan memenuhi permintaan kerjasama tersebut. Perindo, lanjut dia, akan memanfaatkan pengalaman dan sumber daya yang ada untuk bisa mewujudkan permintaan presiden Zanzibar itu. "Kebetulan kami juga sedang dalam penjajakan kerjasama dengan mitra strategis yang punya tekad masuk bisnis perikanan di tingkat global," tambah Risyanto.
Terdapat satu misi besar yang bisa diwujudkan Perum Perindo dengan merealisasikan permintaan kerjasama tersebut yakni mengangkat citra Indonesia sebagai negara maritim sebenarnya. "Ini akan menjadi langkah nyata untuk mewujudkan tekad Indonesia menjadi Poros Maritim dunia,"katanya.
Risyanto pun mengungkapkan momentum kerjasama ini akan dioptimalkan untuk mewujudkan rencana jangka menengah perusahaan dalam memperluas pasar internasional, antara lain Afrika.
bisnis
















