BERITA INDEX BERITA
Badan Usaha Milik Desa: Kunci Kemandirian Desa
Kabar Desa | DiLihat : 1972 | Selasa, 17 Juli 2018 | 10:36

YOGYAKARTA, - Kemandirian desa semata-semata bisa ditentukan oleh kondisi geografis, sumber daya alam yang dimiliki, dan menentukan desa mau maju dengan membentuk banyak Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes).
Harapan dan realitas itulah yang menghembus di seminar nasional bertajuk "Membangun Indonesia dari Desa, Memajukan Kesejahteraan Rakyat Berwawasan Kebangsaan serta Gerakan Nasional Guru Besar Membangun Desa Bersama KKN" di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Sabtu (14/7).
Seseorang berpengalaman dalam menangani desa dan masyarakat desa, Kepala Desa Panggungharjo Sewon Bantul, sejak 2012, Wahyudi Anggoro Hadi menjelaskan, kunci kemandirian desa ada tiga aspek, antara lain kapasitas sosial dalam hal ini sumber daya masyarakat yang dimiliki desa, kemudian politik dan kepemimpinan pemerintah desa serta kapasitas proses dan birokrasi.
"Kapasitas sosial menjadi kunci dari kemandirian desa karena berkaitan dengan masyarakat," terangnya dalam seminar tersebut, kutip harianjogja, Senin (16/7/2018).
Ia menambahkan, berdirinya BUMDes yang bergerak di bidang pengelolaan sampah misalnya, berkat peran serta sosial kemasyarakatan. Warga sepakat pengelolaan sampah diserahkan kepada desa.
Sebanyak 12 petugas dikerahkan untuk memungut sampah pada 1.700 kepala keluarga. Dalam kasus ini, pemerintah mengedepankan benefit ketimbang profit. Omset pengelolaan sampah sendiri awalnya Rp60 juta menjadi Rp80 juta kemudian meningkat di atas Rp1 miliar.
Petugas sampah di desanya tidak sekedar memungut sampah lalu pergi. Tapi jika bertemu warga, petugas sampah ini meminta masukan untuk pemerintah desa.
Kenyataan itu justru efektif menampung aspirasi, bahkan ia merampungkan 120 warga desa yang terjerat rentenir berkat informasi dari petugas pemungut sampah.
"Jadi petugas sampah di tempat kami sekaligus menjalankan fungsi pemerintahan. Ada warga disapa, ditanya apa masukan untuk pemerintah desa. Karena komunikasi pemerintah desa dengan warga pasti sangat, warga datang di saat mengurus KTP atau urusan administrasi lain," tegasnya.
Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Firman Qusnulyakin
netralnews
















