BERITA INDEX BERITA
Indonesia-Belanda kembangkan SMK pertanian
Pangan & Energi | DiLihat : 1821 | Jumat, 09 Maret 2018 | 12:33

Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Belanda bekerjasama dalam mengembangkan model
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian yakni di SMK Negeri 2 Subang, Jawa Barat dan SMK Negeri 5
Jember, Jawa Timur selama tiga tahun.
Kerja sama kedua negara tersebut ditandai dengan penandatanganan pengaturan teknis antara Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, di Jakarta, Kamis. Dua SMK yang kita siapkan satu di Subang dan satu di Jember, yang akan menjadi sekolah rujukan dan harus
jadi.
Tidak ada lagi yang namanya persiapan kurang, program ini harus optimal," ujar Direktur Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad.
Hamid menjelaskan Belanda merupakan negara pengekspor pertanian nomor dua terbesar di dunia setelah
Amerika Serikat. Menariknya, luas wilayah Belanda jauh lebih kecil dari Indonesia. Oleh karenanya, kata Hamid,
kerja sama ini sangat penting.
"Hasil percontohan akan direplikasi kepada SMK bidang pertanian lainnya di Indonesia," tambah dia.
Kolaborasi kedua negara tersebut meliputi penguatan kerja sama antara lembaga pemerintah, sekolah dan
industri melalui program kerja bersama dan pengembangan "teaching factory".
Kedua, yakni pengembangan kurikulum, modul pembelajaran, dan standar kompetensi yang selaras dengan
industri. Selanjutnya, pelatihan untuk guru dan tenaga kependidikan di industri, pelatihan keahlian lunak seperti
kemampuan komunikasi dan sosial, program pelatihan guru dan tenaga kependidikan di Belanda, dan kegiatan
pembelajaran di SMK oleh instruktur dari industri.
"Pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur SMK yang meliputi laboratorium dan "teaching factory", dan
pembentukan tim manajemen sebagai pelaksana program."
Sebelumnya, pada bulan November 2016 ditandatangani nota kesepahaman antara Kemdikbud,
Kementerian
Perdagangan Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Kerajaan Belanda tentang Pengembangan Model
Revitalisasi SMK Pertanian di Indonesia.
Setelah penandatanganan nota kesepahaman pada bulan November 2016, para ahli dari kedua negara telah
melakukan pengkajian untuk mengidentikasi
program yang paling tepat untuk merevitalisasi SMK di bidang
pertanian.
"Kedua negara meyakini bahwa pembangunan pada bidang pendidikan pelatihan kejuruan akan berdampak
langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan penduduk di kedua negara," ujar
Direktur Pembinaan SMK Kemdikbud, Bahrun.
antaranews
















