BERITA INDEX BERITA
Sarjan: Pasar Digital Solusi Bagi Petani Perpendek Jalur Distribusi

Palembang, - Saat ini petani di Sumsel masih mengalami berbagai hambatan dalam mengembangkan usahanya. Mulai kendala hama dan penyakit tanaman, perubahan iklim, kesulitan dalam mengakses pasar, permainan harga oleh para tengkulak hingga kurangnya penerapan pola diversifikasi tanaman karena petani masih memiliki kecenderungan menanam satu komoditi yang sama disaat harga bagus.
Menurut Direktur Patani Sarjan Tahir, Sumsel saat ini, perlu terobosan untuk memperpendek jalur distribusi dan menyelesaikan masalah disparitas harga, dimana rantai perdagangannya bisa mencapai 10 pelaku, terutama untuk beras dan bawang. "Keberadaan teknologi dalam pemasaran hasil pertanian saat ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi hal tersebut," kata Sarjan kepada wartawan di Palembang, Selasa (18/7).
Dikatakan, salah satu tantangan utama penerapan perdagangan digital atau ecomerce di bidang pertanian di Sumsel adalah sulitnya menemukan petani mandiri yang bisa menerima konsep pemasaran baru dan juga beradaptasi dengan teknologi. "Banyak petani yang belum mengerti soal internet dan tidak paham tentang ponsel pintar, tetapi kita tidak boleh putus asa untuk penerapannya dan harus terus dilatih " kata Sarjan Tahir, yang juga Poliitisi Partai Demokrat.
Pembangunan Pasar digital khususnya di Sumsel, kata Sarjan, bukan hanya tentang mengintegrasikan aspek-aspek daerah, jaringan lalu lintas, transportasi, manusia, distribusi barang dan jasa, serta koneksi sosial dengan kemajuan teknologi tetapi memutuskan mata rantai tengkulak yang sering kali merugikan petani.
Kanwil Patani Sumsel Misliha. R, menjelaskan, bahwa sejak tahun lalu, PATANI bekerjasama dengan INDOKOPAT juga telah membuat Perdagangan online seperti Pataniku.com yang bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan bisnis perdagangan dan investasi secara IT melalui mobile application. "Pataniku.com merupakan wadah fasilitasi bisnis yang terpercaya yang langsung bersumber dari petani/nelayan, juga berfungsi sebagai motivasi/semangat Green Economy yang berkelanjutan menuju Sumsel terdepan dan berkeadilan dengan Kedaulatan dan Ketahanan Pangan mendunia," pungkasnya. (Wira)
detiksumsel.com
















