BERITA INDEX BERITA

Demi Ketahanan Pangan di Lahan Terbatas

Inovasi Desa | DiLihat : 1706 | Jumat, 14 Juli 2017 10:33
Demi Ketahanan Pangan di Lahan Terbatas

PEMANFAATAN lahan pekarangan di sekitar rumah untuk bercocok tanam, dapat meningkatkan ketahanan pangan. Namun demikian, lahan pekarangan yang cukup, seringkali menjadi persoalan bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan. Namun demikian, hal itu dapat disiasati salah satunya dengan bercocok tanam menggunakan teknik hidroponik. Dewasa ini, teknik hidroponik menjadi salah satu kegiatan yang cukup digemari masyarakat.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Widarso, selain berfungsi sebagai teknik bercocok tanam di lokasi dengan lahan pekarangan terbatas, hidroponik umumnya digemari juga karena faktor estetika. ”Teknik hidroponik tentu dapat meningkatkan ketahanan pangan, semisal seperti ketika fenomena harga cabai mahal. Jika sebuah rumah tangga sudah memanfaatkan hidroponik untuk menanam cabai tentu harga cabai mahal bukan menjadi persoalan, karena kebutuhan cabai dapat terpenuhi sendiri tanpa membeli,” jelasnya.

Namun demikian, menurutnya saat ini, teknik hidroponik yang banyak dipraktikkan masih menggunakan nutrisi dari luar. Idealnya hidroponik dikembangkan bersamaan dengan budi daya ikan, sehingga tanaman tidak memerlukan nutrisi dari luar, sebab sudah dipenuhi oleh kotoran ikan. Ikan yang dipelihara itu sendiri dapat untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga. ”Biasanya kita membuat media untuk kolam ikan, nanti bagian atas digunakan untuk menanam tanaman dengan hidroponik. Dibantu pompa sederhana, nantinya air dari kolam itu yang akan dialirkan ke tanaman,” ujarnya.

Teknik bercocok tanam di lahan yang terbatas, salah satunya seperti hidroponik, menurutnya memang sedang dikembangkan di Banyumas. Saat ini pengembangan tersebut dilakukan dengan menggandeng PKK di beberapa wilayah. ”Kami fasilitasi, bahkan juga didukung dengan anggaran, sehingga di beberapa lokasi saat ini ada yang disebut rumah pangan lestari,” ungkapnya.

Rumah pangan lestari, lanjut dia saat ini dikembangkan di beberapa lokasi seperti di Kecamatan Purwokerto Barat, serta di Kecamatan Purwokerto Timur.

Dalam program tersebut, kata dia selain pembesaran berbagai tanaman pangan juga termasuk budi daya pembibitannya. ”Satu lokasi rumah pangan lestari, kami anggarkan Rp 20 juta,” tuturnya.

Bukan itu saja, beberapa teknik lain juga coba akan dikembangkan yakni penanaman padi menggunakan polybag. Jika hal itu dapat dipraktikkan masyarakat, menurutnya tentu akan sangat mendukung ketahanan pangan. ”Jadi harapannya ada sayur-sayuran yang ditanam sendiri, ada ikan untuk kebutuhan protein, ada beras juga. Apalagi jika ternyata dapat memelihara ayam atau kambing akan lebih baik lagi,” katanya.

suaramerdeka.com


Scroll to top