BERITA INDEX BERITA

Satu Tahun Terakhir, 151 Petak Kolam Dibangun

Potensi Desa | DiLihat : 1179 | Jumat, 2 Juni 2017 11:01
Satu Tahun Terakhir, 151 Petak Kolam Dibangun

MALINAUKepala Dinas Perikanan, H Saparudin,SSos MSi mengungkapkan, potensi perikanan air tawar di Malinau semakin besar. Produksi ikan air tawar dapat dipastikan terus bertambah. Terutama untuk jenis ikan patin, nila, emas dan lele yang saat ini sedang gencar dibudidayakan masyarakat Malinau.

Dalam 1 tahun terakhir yakni di tahun 2016 lalu, kata H Saparudin, Dinas Perikanan telah menambah kolam budi daya ikan air tawar sebanyak 151 unit. Kolam-kolam tersebut dibangun pemerintah untuk para anggota kelompok tani yang selama ini membudidayakan ikan air tawar. Pihaknya merealisasikan pembangunan kolam ikan di 2 desa, yaitu Malinau Kota, Kecamatan Malinau Kota dan Desa Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara.

Namun yang menjadi kendala utama sekarang ini adalah pakan ikan yang mahal, akses ke pasar yang jauh dan pembibitannya. "Harga pakan ikan di Malinau  dirasakan petani budidaya ikan cukup mahal, mencapai 2 sampai 3 kali lipat di wilayah Jawa,” ujar H Saparudin.

Dijelaskan, jika harga pakan di Pulau Jawa hanya berkisar Rp6 ribu per kilo gramnya maka di Malinau sudah mencapai Rp 13 ribu. Karena itu, harga ikan dari Kabupaten Malinau sulit bersaing dengan harga ikan di daerah lain. “Persoalan itu yang sedang diupayakan Dinas Peternakan untuk diatasi dengan berbagai program yang sudah dipersiapkan,” ujar mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Malinau ini.  

Di Desa Malinau Kota, sebut mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD)  ini, kolam yang dibuat sebanyak 45 petak dengan harga/biaya pembangunan keseluruhan sebesar Rp 2,654 miliar lebih. Bersamaan dengan pembangunan jalan produksi sepanjang 3, 75 kilo meter dengan biaya Rp1, 967 miliar lebih. Selanjutnya di Desa Malinau Seberang sebanyak 106 petak dengan anggaran pembangunan Rp 5,418 miliar lebih. Pembangunan dilakukan di kawasan perikanan terpadu Minapolitan.

Selain pembangunan kolam, di kawasan tersebut juga dilakukan pekerjaan lain, yakni pembuatan jalan produksi Mina 7 sepanjang 1.75 kilometer dengan anggaran Rp 3,894 miliar, jalan produksi Mina 5 sepanjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 2,276 miliar. Kemudian untuk peningkatan jalan utama Minapolitan sepanjang 769 meter dengan biaya Rp 1,470 miliar lebih.(ida/fly)

prokal.co


Scroll to top