BERITA INDEX BERITA

Perkuat Perjuangan Reforma Agraria di Wilayah Pesisir, SNTP Tingkatkan Kapasitas Kader Muda dan Perempuan

Ragam | DiLihat : 134 | Kamis, 04 April 2024 | 08:37
Perkuat Perjuangan Reforma Agraria di Wilayah Pesisir, SNTP Tingkatkan Kapasitas Kader Muda dan Perempuan

PALU – Serikat Nelayan Teluk Palu (SNTP) bersama Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menggelar pendidikan bagi perempuan dan pemuda melalui Akademi Reforma Agraria Sejati (ARAS) pada 25-27 Maret 2024. Agenda ini diselenggarakan di Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu yang diikuti oleh 30 perempuan dan pemuda kader SNTP.

Pendidikan ini secara khusus ditujukan bagi penguatan kapasitas kader perempuan dan kader muda dalam perjuangan reforma agraria di wilayah pesisir dan kelautan. Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya SNTP untuk terus memperkuat organisasi, penguatan ekonomi, dan memastikan keberlanjutan perjuangan reforma agraria sejati di wilayah pesisir.

Pimpinan SNTP, Kasmudin menyebutkan bahwa semakin sedikit pemuda yang tertarik dengan laut. Padahal sejak dahulu laut telah menjadi sumber pencaharian utama bagi mereka. Interaksi dan ikatan dengan laut telah lama ada, sejak leluhur mereka membuka kampung di tempat tersebut,” ujar Kasmudin.

Karenanya, Kasmudin menegaskan urgensi pelibatan pemuda dalam berinteraksi dengan laut, utamanya dalam kerangka perjuangan reforma agraria di pesisir dan kelautan. Sementara, perempuan menjadi penopang utama dalam pemenuhan nafkah rumah tangga pasca gempa dan tsunami 2018.

“Di tengah keterpurukan dan trauma mendalam pasca gempa dan tsunami, perempuan bergerak lebih dulu, melakukan berbagai inovasi ekonomi karena kami belum bisa melaut,” sebut Kasmudin.

“Dengan melihat ketersediaan tangkapan laut, dan berlimpahnya kelapa, beberapa orang dari kami mulai mengolah kedua bahan ini menjadi bajabu (abon), yang merupakan makanan khas bagi Masyarakat Kaili,” sebut Gita Lesmana, wakil ketua Kelompok Perempauan Bajabu SNTP

Gita menambahkan pengolahan bajabu ini pada awalnya untuk konsumsi tiap rumah tangga saja. Tetapi, beberapa tetangga mulai membeli dari kami, yang akhirnya mulai diproduksi lebih banyak, serta mulai menjual di media sosial masing-masing,” sebutnya.

Upaya pengamanan ekonomi organisasi telah dilakukan pula lewat ujicoba kolam air tawar di lahan kolektif organisasi, sejak Mei 2023 lalu. Pengalaman setahun melakukan budidaya nilai telah memberi hasil baik, dan mereka telah berhasil membangun jejaring pasar di berbagai daerah di Kota Palu.

Pengalaman-pengalaman ini didiskusikan bersama KPA dan KNTI. Adapun KNTI, telah memiliki banyak pengalaman dalam pengorganisasian ekonomi nelayan dan pesisir. Sehingga pengalaman tersebut sangat dibutuhkan dalam upaya memperkuat implementasi reforma agraria di wilayah pesisir.

“Lewat pendidikan ini, semakin banyak yang memahami dan menyadari kesetaraan hak bagi perempuan dan laki-laki, baik hak atas tanah, hak atas wilayah tangkap, dan hak atas sumber-sumber agraria dan kekayaan alam,” sebut Fitriani, salah satu peserta pendidikan.

“Selain apa yang menjadi hak, kami banyak berdikusi dan membekali diri dengan nilai ekonomi dan ekologi laut, bagaimana nelayan tradisional selama ini mengelola laut, mengambil hasil laut dan menambah nilai produk, sambil tetap menjaga keberlanjutannya,” tambah Fitriani.

Ke depan, mereka merencanakan penambahan kolam untuk pamijahan nila sehingga menekan biaya produksi organisasi dalam budidaya nila. Selain memperluas pemasaran bajabu, kelompok perempuan akan mulai memproduksi ikan asap, yang juga menjadi pangan utama bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Kedua rencana penguatan ekonomi ini akan dikerjakan bersama KNTI, yang konsisten memperjuangkan kesejahteraan dan masa depan nelayan tradisional.


Scroll to top